UB Bentuk UPT Baru, Perkuat Implementasi Green Campus
- by Hanum Oktavia
- Editor Syamsuddin
- 19 Jan 2026
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Universitas Brawijaya (UB) resmi membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Green Campus pada Januari 2026. UPT ini ditugaskan langsung oleh Rektor UB untuk menjadi motor penggerak transformasi UB menuju Green Campus.
Kepala UPT, Sri Sungartini menjelaskan bahwa unit tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong integrasi keberlanjutan melalui lima pilar transformasi UB Green Campus. Pilar tersebut meliputi kebijakan, sistem dan struktur manajemen informasi, edukasi, penelitian, inklusi sosial, serta benchmarking baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sebagai motor penggerak, kami mendorong implementasi berbagai program dan teknologi yang berorientasi pada efisiensi energi dan air, minimasi limbah, pengurangan emisi karbon, pengembangan infrastruktur hijau, peningkatan biodiversitas, serta perluasan ruang terbuka hijau di lingkungan Universitas Brawijaya,” kata Sri Sungartini, Senin (19/1/2026).
Keberadaan UPT ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh sivitas akademika, termasuk fakultas dan unit kerja di lingkungan UB, melalui penerapan program keberlanjutan yang terukur dan berkelanjutan.
Dalam rangka sosialisasi dan koordinasi, UPT memanfaatkan berbagai platform komunikasi, mulai dari media sosial seperti Instagram dan Facebook, website resmi, hingga LinkedIn. Selain itu, koordinasi juga dilakukan secara langsung dengan mendatangi mitra strategis dan unit-unit kerja di lingkungan Universitas Brawijaya.
“Insya Allah seluruh fakultas terlibat. Kami mengundang pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan II, khususnya yang membidangi sumber daya manusia dan fasilitas, serta tim SDGs,” ujar dosen di Departemen Teknologi Industri Pertanian UB ini.
Terkait luaran program, Sri Sungartini menegaskan bahwa publikasi menjadi salah satu outcome penting. Publikasi yang dimaksud mencakup publikasi ilmiah maupun pemberitaan di media massa yang relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Setiap program diharapkan memiliki keterkaitan dengan target SDGs, seperti SDGs 6 tentang air bersih dan sanitasi, SDGs 7 tentang energi bersih dan terjangkau, termasuk program minimasi limbah cair, energi bersih, dan pengelolaan lingkungan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, dengan pembentukan UPT ini, Universitas Brawijaya menegaskan langkah strategisnya untuk menjadi perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.