Mengenal Ultra-Processed Food (UPF)

RRI.CO.ID, Malang: Mengenal Ultra Processed Food menjadi penting karena jenis pangan ini semakin mendominasi pola konsumsi masyarakat modern Indonesia saat. Ultra Processed Food memiliki dampak yang buruk jika dikonsumsi terus menerus.

“Ultra Processed Food adalah makanan minuman yang mengalami pengolahan industri tinggi dengan berbagai bahan tambahan pangan sintetis buatan. Proses tersebut bertujuan meningkatkan rasa tekstur warna daya simpan namun sering mengurangi kualitas gizi alami pangan segar asli. UPF umumnya mengandung gula tambahan garam tinggi lemak jenuh serta lemak trans berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia modern. Selain itu terdapat bahan tambahan pangan seperti perisa pewarna pengawet untuk meningkatkan daya tarik produk komersial massal instan,” kata Shafira Nurmalitasari, S.Gz, RD - Nutrisionist RS Radjiman Wedidodiningrat Lawang Malang, Minggu (18/01/2026).

Contoh Ultra Processed Food meliputi minuman berpemanis kemasan snack ringan biskuit manis populer di pasaran Indonesia saat ini. Makanan lain termasuk sosis nugget mie instan serta berbagai pilihan makanan cepat saji yang digemari semua kalangan usia.

“Konsumsi UPF berlebihan dapat menyebabkan kelebihan asupan kalori tanpa keseimbangan zat gizi penting seperti serat vitamin mineral alami. Akibatnya tubuh menerima energi tinggi namun kekurangan serat serta zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk fungsi metabolisme optimal,” imbuhnya.

Dampak lanjutan dari konsumsi UPF sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas pada anak remaja dewasa muda maupun tua. Selain obesitas UPF juga berkontribusi terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes hipertensi jantung koroner stroke kronis lainnya serius. Oleh karena itu para ahli menyarankan agar UPF tidak dikonsumsi setiap hari sebagai kebiasaan makan utama keluarga seharihari. Pembatasan konsumsi penting dilakukan dengan memilih makanan segar minim proses alami bergizi seimbang beragam lokal rumahan sehat aman.

Rekomendasi Berita