Upaya Mengakhiri Hidup Meningkat, Sinyal Darurat Kesehatan Mental
- by Rizky Dharmawan
- Editor Hanum Oktavia
- 20 Jan 2026
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Peningkatan kasus bunuh diri di Kota Malang dinilai menunjukkan kondisi kesehatan mental yang memprihatinkan. Psikolog menyebut fenomena ini menjadi sinyal darurat bagi semua pihak.
Psikolog Dian Fitriaswaty sekaligus Owner dan Founder Latanan Psikologi Keluarga: Cafe Psikologi menyebut kasus bunuh diri meningkat signifikan sejak 2023. “Dari tahun 2023 sampai sekarang kasusnya tinggi sekali," ungkapnya, Selasa (20/1/2026).
Menurut Dian, faktor depresi menjadi penyebab utama kasus bunuh diri di Malang. Selain itu, penyakit menahun juga sering memicu tekanan psikologis berat.
Masalah percintaan dan tuntutan akademik turut menjadi faktor pemicu. Dian menilai tekanan tersebut kerap dialami generasi muda dan pelajar.
Selain itu, persoalan ekonomi dan finansial juga memperberat kondisi mental seseorang. “Masalah ekonomi finansial juga sering muncul dalam kasus-kasus tersebut,” ujarnya.
Dian mengaku prihatin melihat tingginya angka bunuh diri di Kota Malang. Ia menyebut kondisi ini sebagai situasi yang sangat mendesak.
Menurutnya, kasus bunuh diri menandakan perlunya gerakan nyata dari tenaga kesehatan mental. Psikolog dan psikiater diminta lebih aktif terjun ke masyarakat.
Ia juga menegaskan edukasi kesehatan mental masih belum maksimal. “Ini menunjukkan edukasi bahaya gangguan mental masih kurang,” tutup Dian.