Penanganan Anak Korban Child Grooming

RRI.CO.ID, Mamuju - Ketika anak menjadi korban child grooming, penanganan cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak psikologis yang lebih berat. Child grooming tidak hanya meninggalkan luka emosional, tetapi juga dapat memengaruhi rasa percaya diri, keamanan, dan perkembangan mental anak.

Oleh karena itu, peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat menentukan dalam proses pertolongan awal. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberikan rasa aman kepada anak. Orang tua atau pendamping perlu mendengarkan cerita anak dengan tenang, tanpa menyalahkan atau memarahi.

Anak harus diyakinkan bahwa apa yang terjadi bukan kesalahannya. Sikap empati dan dukungan emosional menjadi fondasi penting agar anak berani terbuka dan tidak merasa terintimidasi.

Selanjutnya, orang tua disarankan menghentikan segala bentuk kontak antara anak dan pelaku. Simpan bukti percakapan, gambar, atau rekaman yang berkaitan dengan tindakan grooming sebagai bahan pendukung.

Setelah itu, segera laporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang atau lembaga perlindungan anak agar dapat ditangani sesuai hukum yang berlaku dan mencegah pelaku mengulangi perbuatannya terhadap korban lain.

Pendampingan profesional juga sangat dianjurkan bagi anak korban child grooming. Konseling dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental membantu anak memproses trauma dan memulihkan kondisi emosionalnya.

Selain itu, dukungan berkelanjutan dari keluarga dan sekolah penting untuk memastikan anak kembali merasa aman dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

Penanganan child grooming membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga aparat penegak hukum. Kesadaran dan respons cepat terhadap kasus ini menjadi langkah penting untuk melindungi anak serta memastikan hak mereka untuk tumbuh dan berkembang secara aman dan sehat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita