BRIN Kenalkan Remote Sensing dan Eksoskeleton kepada Mahasiswa

KBRN, Manado: Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan pemanfaatan teknologi remote sensing serta riset alat kesehatan eksoskeleton kepada mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Kegiatan edukasi sains ini berlangsung di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, Rabu (7/1).


Materi pertama disampaikan oleh Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Lino Garda Denaro, yang memaparkan pemanfaatan remote sensing melalui berbagai instrumen, termasuk satelit, untuk menganalisis objek pengamatan berbasis data spasial.

Lino menjelaskan data satelit, termasuk data hiperspektral, dapat dimanfaatkan untuk mempelajari keterkaitan antara kondisi lingkungan dan aspek fisik berdasarkan respons panjang gelombang. Ia juga menguraikan tahapan pemanfaatan data satelit mulai dari level-1 hingga level-2 yang telah melalui proses surface reflectance.

“Data satelit masih memerlukan beberapa tahapan untuk meningkatkan akurasi. Karena itu, kami mengembangkan Ready Data System agar data siap dianalisis lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Lino, BRIN memadukan analisis data satelit dengan machine learning dan ground survey guna mengorelasikan data lapangan dengan data spasial sehingga hasil analisis menjadi lebih akurat.

Sementara itu, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Aditya Sukma Nugraha, memaparkan riset pengembangan alat kesehatan eksoskeleton lengan atas untuk rehabilitasi pasien pasca-stroke. Riset tersebut dirancang untuk meningkatkan fungsi motorik dan kualitas hidup penyintas stroke.

“Riset eksoskeleton lengan atas ini mengintegrasikan metode neurodevelopmental therapy ke dalam sistem rehabilitasi pasca-stroke,” jelas Aditya.

Ia menegaskan, BRIN tidak hanya memperkenalkan hasil riset, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.

Ketua Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak UBSI, Taufik Baidawi, menilai kegiatan tersebut relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa. Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan BRIN untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengenal dunia riset.

“Bagi kami, kunjungan ini menjadi jembatan antara akademik dan ekosistem riset. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi ke depan,” ujarnya.

Selain pemaparan materi dan diskusi, mahasiswa juga mengunjungi sejumlah fasilitas laboratorium di lingkungan BRIN KST Samaun Samadikun, di antaranya Laboratorium Ergonomi dan Kesehatan, Laboratorium Teknologi Imersif dan Interaktif, Laboratorium Autonomous, serta Laboratorium Robotika. Kunjungan ini memberikan gambaran komprehensif tentang peran riset dan teknologi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

(Fika Hamzah)

Rekomendasi Berita