Perubahan Warna dan Tekstur Lidah Ungkap Kondisi Kesehatan
- by Tjia Markus Tenny
- Editor Ariany Kalangi
- 18 Jan 2026
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Lidah ternyata bukan hanya berperan dalam fungsi mulut seperti berbicara, merasakan rasa, dan menelan, tetapi juga bisa menjadi “cermin” kesehatan seseorang. Perubahan warna, tekstur, dan bentuk lidah dapat memberikan indikasi adanya gangguan kesehatan, mulai dari kekurangan vitamin hingga penyakit serius seperti diabetes atau bahkan kanker.
Menurut informasi yang dikutip dari laman resmi polri.go.id lidah sehat umumnya berwarna merah muda dengan lapisan tipis putih, serta memiliki bentuk melengkung dan simetris. Namun, perubahan warna atau tekstur lidah dapat menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan.
Perubahan Warna Lidah dan Kondisi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Para peneliti dari Harvard University menyebut bahwa lidah dapat mengungkap banyak hal tentang kondisi tubuh. Beberapa perubahan warna lidah yang perlu diwaspadai antara lain:
Cokelat atau Hitam
Kondisi ini dikenal sebagai “lidah berbulu hitam”, di mana papila lidah menjadi terlalu besar sehingga dapat menjebak bakteri dan sisa makanan. Akibatnya, lidah akan terlihat cokelat atau hitam. Faktor penyebabnya meliputi kebiasaan merokok, konsumsi antibiotik, mulut kering, minum kopi atau teh berlebihan, serta kebersihan mulut yang kurang baik.Noda atau Luka Putih
Munculnya noda atau luka berwarna putih di lidah dapat menjadi indikasi pertumbuhan jamur berlebihan. Kondisi ini dapat dipicu oleh diabetes, AIDS, penggunaan antibiotik, pengobatan kanker, penggunaan gigi palsu, merokok, atau mulut kering. Dalam kasus yang parah, luka putih di lidah bisa menjadi tanda awal kanker mulut. Luka yang berubah menjadi kuning, merah, dan menimbulkan nyeri juga perlu diwaspadai.Merah Terang
Lidah yang berwarna merah terang bisa menjadi pertanda kekurangan vitamin B12, demam berdarah, atau radang tenggorokan. Jika disertai ruam merah di tubuh, kondisi ini memerlukan perhatian medis segera. Apabila lidah tetap merah terang tanpa penyebab jelas, hal ini patut dicurigai dan sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Warna Lidah Tidak Selalu Berbahaya
Meski demikian, perubahan warna lidah tidak selalu menandakan penyakit serius. Misalnya, lidah bisa berubah warna sementara akibat makanan atau minuman yang dikonsumsi. Setelah minum susu, lidah bisa terlihat putih, setelah makan kari atau makanan yang banyak mengandung kunyit lidah bisa menguning, dan permen berwarna juga bisa meninggalkan warna sementara pada lidah.
Selain itu, lapisan putih tipis di lidah sebenarnya normal dan berasal dari protein tahan lama yang disebut keratin. Warna lidah juga dapat bervariasi pada populasi tertentu; misalnya, beberapa orang di Afrika, Asia, dan Mediterania memiliki pigmentasi ungu atau cokelat alami pada lidah.
Pentingnya Pemeriksaan Lidah dalam Dunia Medis
Dalam praktik pengobatan tradisional Cina, diagnosis melalui warna lidah sudah lama dilakukan. Ilmu kedokteran modern pun memanfaatkan pemeriksaan lidah sebagai salah satu cara mendeteksi penyakit akut maupun kronis. Dokter sering meminta pasien menjulurkan lidah untuk memeriksa adanya perubahan warna, tekstur, atau bentuk yang dapat memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan tubuh.
Ahli kesehatan menekankan bahwa perubahan warna lidah yang tiba-tiba, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti nyeri, luka, atau pembengkakan, tidak boleh dianggap sepele. Pemeriksaan medis lebih lanjut sangat dianjurkan untuk memastikan penyebabnya, apakah bersifat sementara atau terkait masalah kesehatan yang serius.
Lidah adalah salah satu bagian tubuh yang paling mudah diperiksa dan bisa memberikan informasi penting tentang kondisi kesehatan seseorang. Normalnya, lidah berwarna merah muda dengan bintik-bintik papila, tetapi perubahan warna dan tekstur dapat menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan, dari yang ringan hingga serius. Menjaga kebersihan mulut, memperhatikan pola makan, dan rutin memeriksakan kesehatan dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius.