Bahaya Begadang bagi Kesehatan Fisik dan Mental Tubuh
- by Ardy Surya Artanya
- Editor Yokbeth E Kubiari
- 18 Jan 2026
- Manokwari
RRI.CO.ID,Manokwari - Begadang atau kebiasaan tidur larut malam merupakan pola hidup yang sering dianggap sepele, padahal berdampak serius bagi kesehatan. Dilansir dari World Health Organization, tidur memiliki peran penting dalam proses pemulihan tubuh, mulai dari regenerasi sel hingga menjaga keseimbangan hormon. Ketika waktu tidur tidak tercukupi, tubuh kehilangan kesempatan untuk beristirahat secara optimal.
Dari sisi kesehatan fisik, begadang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Kurang tidur membuat sistem imun melemah sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Selain itu, tubuh akan terasa lelah, lesu, dan kurang bertenaga saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Begadang juga berdampak langsung pada kesehatan mental dan fungsi otak. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan berpikir jernih. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu stres, gangguan kecemasan, hingga depresi akibat ketidakseimbangan hormon yang mengatur suasana hati.
Bahaya begadang berikutnya berkaitan dengan risiko penyakit kronis. Pola tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan oleh terganggunya metabolisme tubuh serta pengaturan gula darah dan hormon lapar.
Selain itu, begadang juga menurunkan produktivitas dan kualitas hidup secara keseluruhan. Emosi menjadi lebih mudah tidak stabil, performa kerja menurun, dan hubungan sosial dapat terganggu. Oleh karena itu, membiasakan tidur cukup dan teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, serta keseimbangan hidup.