Sebelum Lulus, Siswa MAN 1 Mataram Wajib Uji Tahsin

RRI.CO.ID, Mataram - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mataram menggelar Uji Kompetensi Tahsin Al-Qur’an bagi seluruh siswa kelas XII tahun pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini menjadi bagian akhir dari proses pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum para siswa menyelesaikan pendidikannya.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MAN 1 Mataram, Mahdi, menjelaskan bahwa uji kompetensi ini merupakan kelanjutan dari pembelajaran Al-Qur’an yang telah diterapkan sejak siswa pertama kali masuk. “Di awal mereka masuk, anak-anak juga sudah melalui tes membaca Al-Qur’an. Setelah itu ada proses pembinaan dan pendampingan. Nah, ketercapaian mereka perlu kita ukur kembali di kelas XII sebelum mereka meninggalkan MAN 1 Mataram,” jelas Mahdi Selasa, 14 Januari 2026.

Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mataram yang baru, Drs. H. Lalu Syauki, M.Pd., saat memberikan sambutan kepada Siswa kelas XII sebelum mengikuti uji kompetensi Tahsin. (Foto: RRI/MAN 1 Mataram)


Menurut Mahdi, uji tahsin tidak hanya menilai kelancaran membaca, tetapi juga mencakup aspek tajwid, makhraj huruf, hingga irama dan lagu dalam tilawah. “Bukan sekadar bisa membaca, tapi bagaimana tajwidnya, makhraj hurufnya, kelancarannya, bahkan sampai pada irama. Kalau Al-Qur’an dibaca dengan baik dan indah, itu menambah keagungannya,” katanya.

Mahdi menegaskan, program ini merupakan bagian dari karakter khas madrasah yang mengintegrasikan pendidikan umum dan keagamaan. “Madrasah mengambil bagian dari pendidikan pesantren dan pendidikan umum. Ada kolaborasi di situ. Karena itu, lulusan madrasah harus punya kompetensi Al-Qur’an yang terstandar,” ujarnya.

Selain uji kompetensi, peserta juga memperoleh sertifikat yang memuat nilai kemampuan membaca Al-Qur’an mereka. Sertifikat ini diharapkan menjadi bekal kepercayaan diri ketika siswa melanjutkan pendidikan atau terjun ke masyarakat.

“Kalau ditanya, lulusan madrasah, lalu diminta membaca Al-Qur’an di depan umum, mereka tidak minder. Mereka siap,” kata Mahdi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 1 Mataram, Satono Ramli mengungkapkan, program uji tahsin ini telah berjalan selama tiga tahun. Setiap tahun dilakukan sejumlah penguatan dan penyesuaian agar kualitas siswa terus meningkat.

“Alhamdulillah dampaknya nyata. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan yakin mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya.

Dampak tersebut, juga dirasakan ketika lulusan MAN 1 Mataram melanjutkan studi di perguruan tinggi. Ia mencontohkan, mahasiswa alumni madrasah kerap tampil percaya diri saat diminta mendampingi kegiatan mengaji di masyarakat.

“Tidak seperti keluhan yang sering kami dengar dari kampus, bahwa mahasiswa cenderung menghindar ketika diminta mengajar mengaji. Lulusan MAN 1 Mataram justru siap,” katanya.

Ia menilai, uji kompetensi tahsin menjadi sarana penting untuk memastikan kemampuan siswa setelah tiga tahun belajar. “Ini kegiatan yang sangat positif. Setelah lulus, mereka bisa bermanfaat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Satono menambahkan, keberadaan program ini sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam pembinaan keagamaan. “Harapannya, lulusan MAN 1 Mataram tidak hanya cakap secara ilmu umum, tetapi juga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar,” tegas Satono.

Rekomendasi Berita