Penyebab NTB Dilanda Cuaca Ekstrem Tiap Awal Tahun
- by Sary Wisudawati
- Editor Nasrudin
- 17 Jan 2026
- Mataram
KBRN.Mataram: Bagi warga Nusa Tenggara Barat (NTB), awal tahun identik dengan kewaspadaan tinggi terhadap banjir dan angin kencang. Berdasarkan pengamatan
data klimatologi satu dekade terakhir, fenomena ini merupakan hasil dari interaksi atmosfer yang mencapai puncaknya pada Januari dan Februari.Puncak Monsun Asia dan Seruakan Dingin
aktor penggerak utama adalah aktivitas Monsun Asia. Massa udara pembawa uap air masif bertiup dari Asia menuju selatan khatulistiwa, sering kali mengalami percepatan yang dikenal sebagai
North Cold Surge (Seruakan Dingin). Secara geografis, NTB berada di jalur pertemuan massa udara ini, memicu pertumbuhan awan badai Cumulonimbus secara masif.
Statistik Curah Hujan dan Risiko Bencana
Data menunjukkan lonjakan curah hujan yang sangat drastis di awal tahun dibandingkan bulan-bulan lainnya. Lonjakan ini sering kali melampaui daya serap tanah, memicu banjir bandang dan longsor.
Data historis Stasiun Klimatologi NTB menunjukkan bahwa pada Januari, NTB menerima beban air hingga 25 kali lipat dibandingkan bulan Agustus. Loncatan drastis ini sering kali melampaui kapasitas serap tanah, sehingga memicu aliran permukaan yang berujung pada banjir bandang. Berikut adalah rata-rata historis (2015-2025) yang menjadi dasar kewaspadaan:

Sumber data: BMKGIlustrasi dibantu AI berdasarkan data tertera
Suhu Laut dan Risiko Siklon
Suhu permukaan laut di sekitar NTB pada awal tahun berada di angka hangat (29°C - 30°C). Kondisi ini menjadi "bahan bakar" bagi terbentuknya bibit siklon tropis di Samudra Hindia. Meskipun pusatnya sering menjauh, dampaknya tetap nyata berupa pertemuan angin yang mengakibatkan cuaca ekstrem mendadak di wilayah daratan.
Langkah Mitigasi untuk Masyarakat
Mengingat pola ini bersifat tahunan,
BPBD NTB mengimbau langkah kesiapsiagaan:Waspada Pesisir: Nelayan diminta memantau tinggi gelombang via Signature BMKG sebelum melaut.
Siaga Bencana: Warga di bantaran sungai (khususnya Bima dan Mataram) wajib waspada jika hujan turun lebih dari 3 jam tanpa henti.
Lingkungan: Rutin melakukan pembersihan drainase primer sebelum memasuki bulan Januari.
Memahami bahwa cuaca ekstrem awal tahun adalah siklus periodik akan membantu masyarakat membangun kesiapsiagaan yang lebih matang setiap tahunnya.