Ekstrakurikuler Spenlibels Terjaga Meski Lima Hari Sekolah

RRI.CO.ID, Mataram - Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani, memandang kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Ia menilai pengembangan minat dan bakat siswa harus tetap berjalan seiring pembelajaran di kelas. Sekolah tidak ingin kebijakan lima hari sekolah mengurangi ruang kreativitas peserta didik.

“Kegiatan ekstrakurikuler tetap kami fasilitasi seperti biasa. Pengembangan minat dan bakat siswa tetap menjadi perhatian sekolah,” jelasnya, Selasa 20 januari 2026.

Sri Wahyu Indriani menyampaikan bahwa sekolah melakukan penyesuaian jadwal agar kegiatan ekstrakurikuler tetap berjalan optimal. Pengaturan waktu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik siswa. Pendekatan tersebut diterapkan agar siswa tetap nyaman mengikuti kegiatan.

“Jadwal kegiatan disusun dengan mempertimbangkan kesiapan anak-anak. Sekolah memastikan kegiatan berjalan secara proporsional,” ujarnya.

Menurut Sri Wahyu Indriani, pelaksanaan ekstrakurikuler ditempatkan setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Sekolah memberikan fleksibilitas kepada pembina dan peserta didik. Pola ini dinilai mampu meningkatkan partisipasi siswa.

“Kegiatan dilakukan setelah jam pelajaran berakhir. Waktu pelaksanaan ditentukan bersama pembina dan siswa,” ucapnya.

Sri Wahyu Indriani juga memperhatikan kondisi fisik siswa sebelum kegiatan dimulai. Waktu istirahat dan kebutuhan dasar diperhitungkan oleh sekolah. Pemantauan dilakukan secara berkala selama kegiatan berlangsung.

“Kegiatan biasanya dimulai setelah salat Asar. Anak-anak masih dalam kondisi siap mengikuti aktivitas,” katanya.

Sri Wahyu Indriani menilai dukungan orang tua sangat membantu kelancaran kegiatan ekstrakurikuler. Beberapa orang tua terlibat langsung dengan hadir ke sekolah. Kondisi ini memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga.

“Orang tua banyak yang memberikan dukungan langsung. Ada yang datang ke sekolah mendampingi anak-anak,” ungkapnya.

Sri Wahyu Indriani melihat kegiatan ekstrakurikuler membantu mengarahkan aktivitas siswa hingga sore hari. Waktu luang siswa terisi dengan kegiatan yang lebih terkontrol. Sekolah dapat memantau aktivitas peserta didik secara lebih optimal.

“Anak-anak jadi lebih terarah kegiatannya. Sekolah bisa memantau aktivitas mereka sampai sore,” katanya.

Sri Wahyu Indriani menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan nonakademik. Setiap siswa didorong memiliki keunggulan sesuai minat dan bakatnya. Sekolah berkomitmen memfasilitasi pengembangan tersebut secara berkelanjutan.

“Setiap anak harus memiliki satu keunggulan sesuai minatnya. Sekolah berkewajiban memfasilitasi potensi tersebut,” ujarnya.

Rekomendasi Berita