Global Village 3.0 Hadirkan Drama Musikal Budaya

RRI.CO.ID, Medan - AIESEC in Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menghadirkan program unggulan Global Village 3.0, sebuah kegiatan internasional yang bertujuan memperkenalkan keberagaman budaya dunia kepada generasi muda. Tahun ini, Global Village 3.0 tampil dengan konsep baru melalui drama musikal dan lagu rakyat tradisional sebagai medium utama dalam menyampaikan pesan unity in diversity atau persatuan dalam keberagaman.

Dalam sesi bincang sore di Program “Sore Bercerita” PRO 2 RRI Medan 92.4 FM, dua narasumber yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan acara turut hadir: Mery Cristin Barus, Organizing Committee President Global Village 3.0, dan Adelia Jahwa, Organizing Committee Vice President Program Global Village 3.0.

Mery menjelaskan bahwa Global Village menjadi salah satu brand activation AIESEC in USU yang paling dinantikan setiap tahunnya. Selain sebagai ajang pertunjukan budaya, program ini juga mengangkat nilai-nilai edukasi berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Global Village 3.0 digelar sebagai brand activation AIESEC in USU untuk menarik minat anak muda mempelajari budaya berbasis SDGs. Program ini juga menjadi salah satu agenda AIESEC yang paling banyak ditunggu,” ujar Mery dalam siaran Sore Bercerita yang disiarkan secara langsung pada Jumat (16/1/2026) di jam 16.00-17.00 WIB.

Ia menambahkan bahwa konsep drama musikal dipilih agar penonton mendapatkan pengalaman baru yang lebih imersif.

“Melalui drama musikal, penonton dapat merasakan pengalaman keliling dunia dalam satu hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Adelia Jahwa menjelaskan bahwa drama musikal dan lagu rakyat dipilih karena keduanya menjadi sarana penyampaian pesan keberagaman yang lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh semua kalangan.

“Kami menyampaikan persatuan dalam keberagaman melalui drama musikal dan lagu rakyat, serta menampilkan berbagai pertunjukan budaya dari dalam dan luar negeri,” jelas Adelia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Global Village 3.0 akan menampilkan berbagai kebudayaan internasional, mulai dari Prancis, Indonesia, Vietnam, Pakistan, India, Kenya, Korea Selatan, Mesir, Sri Lanka, hingga China. Budaya lokal Indonesia juga diwakili melalui pertunjukan budaya Suku Batak.

Pesan unity in diversity juga hadir melalui cultural parade dan booth exploration, di mana pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para relawan internasional.

“Relawan internasional turut tampil dalam pertunjukan dan berada di booth untuk menjelaskan budaya mereka kepada pengunjung,” tambah Mery.

AIESEC in USU berharap Global Village 3.0 dapat meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya generasi muda tentang pentingnya persatuan dan perdamaian di tengah keberagaman budaya global.

Global Village 3.0 dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2026. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat dilakukan melalui akun Instagram @youthleaders.usu.

Rekomendasi Berita