Jejak Hukum Adat Batak Toba Jantungnya Pulau Samosir
- by Tri Wahyuningsih
- Editor Joko Saputra
- 20 Jan 2026
- Medan
KBRN, Medan: Desa Huta Siallagan yang terletak di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, saat ini telah menjadi magnet wisata budaya bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Wisatawan baik lokal maupun mancanegara ramai mengunjungi kompleks rumah adat Batak Toba tersebut.
Ciri Khas rumah adat Batak Toba tersebut terlihat dari atap menjulang khas jabu bolon yang mencerminkan kuatnya daya tarik sejarah dan kearifan lokal yang masih hidup hingga kini.
Huta Siallagan dikenal sebagai salah satu desa adat tertua di kawasan Danau Toba. Desa ini merupakan peninggalan marga Siallagan, yang dipimpin oleh Raja Siallagan pada masa lampau.
Keunikan utama desa ini terletak pada keberadaan Batu Persidangan, sebuah situs batu yang dulunya digunakan sebagai tempat pengadilan adat bagi pelanggar hukum di masa kerajaan Batak Toba. Sistem hukum adat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Batak telah memiliki tata kelola sosial dan mekanisme keadilan yang terstruktur jauh sebelum masuknya sistem hukum modern.
Secara arsitektural, rumah-rumah adat di Huta Siallagan dibangun dengan orientasi tertentu dan dihiasi ukiran gorga yang sarat makna filosofis. Menurut kajian antropologi Batak, setiap warna dan motif gorga melambangkan nilai kehidupan seperti perlindungan, kesuburan, dan hubungan manusia dengan leluhur.
Rumah adat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat aktivitas adat dan simbol identitas kolektif masyarakat Batak Toba.
Clara, seorang wisatawan asing asal Amerika mengatakan sangat kagum karena kekayaan budaya masih terus aktif mempertahankan tradisi, mulai dari pertunjukan tari tortor, pemaparan sejarah lisan, hingga pelestarian situs batu dan bangunan adat. ”Ini sebagai bentuk edukasi budaya khususnya bagi saya wisatawan yang ingin lebih mengenal keanekaragan budaya Indonesia bukan hanya sekedar menikmati destinasi secara visual, tapi bisa juga memahami niilai – nilai kebudayaan lokal,” ucapnya.
Clara menambahkan sistem adat yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakatnya, Huta Siallagan tidak hanya berperan sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar terbuka tentang peradaban Batak Toba. ”Kearifan lokal dapat bertahan dan relevan selama terus dijaga dan diwariskan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Samosir sendiri menjadikan Desa Huta Siallagan sebagai salah satu destinasi unggulan wisata budaya Danau Toba. Pengembangan pariwisata dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas agar tidak menghilangkan keaslian adat dan tetap menghormati nilai sakral yang melekat pada situs-situs bersejarah di desa tersebut.