Karhutla Tingkatkan Risiko Stres dan Gangguan Mental

RRI.CO.ID, Meulaboh : Paparan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memang memiliki kaitan erat dengan penurunan kesejahteraan psikologis. Berikut adalah beberapa faktor utama mengapa Karhutla meningkatkan risiko gangguan mental:

1. Dampak Neurobiologis dari Polusi Udara

Partikel halus (PM2.5) dalam asap karhutla dapat masuk ke aliran darah dan mencapai otak, menyebabkan peradangan saraf (neuroinflammation). Hal ini secara biologis dapat memicu gangguan kecemasan, depresi, dan penurunan fungsi kognitif.

2. Stres Lingkungan dan Ketidakpastian

Kondisi udara yang buruk memaksa masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Rasa terisolasi, hilangnya rutinitas, dan kekhawatiran akan keselamatan ekonomi (seperti gagal panen atau biaya kesehatan) menjadi pemicu utama stres kronis.

3. Trauma pada Anak-anak

Anak-anak sangat rentan karena mereka belum memiliki mekanisme koping (cara mengatasi masalah) yang matang. Perubahan drastis pada lingkungan dan rasa takut saat melihat langit yang gelap atau kemerahan akibat asap dapat menyebabkan Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD) dalam jangka panjang.

4. "Solastalgia"

Ini adalah istilah psikologis untuk perasaan menderita akibat perubahan lingkungan di sekitar rumah seseorang. Kehilangan pemandangan alam yang bersih dan rusaknya ekosistem lokal menimbulkan rasa duka dan kehilangan identitas bagi komunitas yang terdampak.

Langkah Mitigasi Kesehatan Mental saat Karhutla:

  • Akses Informasi Seperlunya: Batasi paparan berita berlebihan tentang karhutla untuk mengurangi kecemasan.
  • Jaga Koneksi Sosial: Tetap berkomunikasi dengan keluarga dan teman melalui telepon atau media sosial meski sedang di dalam rumah.
  • Relaksasi di Dalam Ruangan: Lakukan teknik pernapasan atau yoga untuk menurunkan level kortisol (hormon stres)

Cari Bantuan Profesional Jika perasaan cemas atau depresi mulai mengganggu fungsi sehari-hari, segera hubungi layanan konseling atau psikolog. Anda dapat mengakses layanan konsultasi daring melalui Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) atau aplikasi kesehatan terpercaya.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita