Perbaikan gizi Masyarakat Strategi Pembangunan Kesehatan Nasional

RRI.CO.ID, Nunukan - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan nasional. Program ini menjadi fokus utama, terutama dalam memastikan pertumbuhan optimal pada periode kritis seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK).

Program Perbaikan Gizi Masyarakat merupakan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat yang dilaksanakan secara terencana dan terkoordinasi, melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menggalang partisipasi dan kepedulian demi akselerasi peningkatan status gizi.

Salah satu landasan program adalah fokus pada 1000 HPK, yakni periode penting sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak, yang menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif generasi masa depan Indonesia. Target-target yang ditetapkan pemerintah mencakup pengurangan prevalensi stunting, wasting (kurus), dan berat badan lahir rendah serta peningkatan pemberian ASI eksklusif.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa perbaikan gizi bukan hanya intervensi kesehatan semata, tetapi membutuhkan kolaborasi sektor lain seperti peningkatan produksi pangan lokal, penyediaan air bersih, sanitasi serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Semua ini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi intervensi gizi sensitif yang mendukung hasil optimal.

Upaya perbaikan gizi masyarakat juga terlihat melalui program lain yang berkolaborasi dengan lembaga pemerintah, seperti sinergi antara BPOM dan Kemenkes dalam Program Desa Pangan Aman serta pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk ibu hamil dan balita guna mencegah malnutrisi.

Pemerintah juga memperluas jangkauan pelayanan gizi, termasuk pendekatan keluarga yang ditegaskan dalam Program Indonesia Sehat. Program ini mendorong pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan melalui posyandu dengan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Melalui berbagai inisiatif tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi Indonesia yang sehat, tinggi, dan berprestasi, memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional serta mencapai sasaran pembangunan kesehatan jangka panjang. Momentum seperti peringatan Hari Gizi Nasional menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam perubahan perilaku gizi seimbang.(Sumber.Kemenkes)

Rekomendasi Berita