Empat Dunia Cerita Anime Manga Manhwa Donghua
- by Masrur Adiputra
- Editor Supriani
- 17 Jan 2026
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di era globalisasi hiburan visual seperti sekarang, karya cerita bergambar dari berbagai negara semakin mudah diakses dan digemari lintas budaya.
Anime, manga, manhwa, dan donghua sering kali disebut secara bergantian, padahal masing-masing memiliki latar budaya, gaya visual, serta karakteristik unik.
Memahami perbedaan di antara keempatnya bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu penikmat memilih karya yang sesuai dengan selera mereka.
Anime merujuk pada karya animasi yang berasal dari Jepang. Ciri khas anime terletak pada gaya visualnya yang ekspresif, penggunaan warna yang beragam, serta penggarapan cerita yang bisa sangat luas, mulai dari kisah ringan sehari-hari hingga tema berat seperti psikologi dan filsafat. Anime biasanya diadaptasi dari manga atau light novel, dan diproduksi dalam bentuk serial televisi, film layar lebar, atau OVA (Original Video Animation).
Manga adalah bentuk komik cetak yang juga berasal dari Jepang dan sering menjadi sumber utama adaptasi anime. Manga umumnya dicetak hitam putih dengan alur baca dari kanan ke kiri, sesuai dengan sistem penulisan Jepang. Keunggulan manga terletak pada kedalaman cerita dan detail ilustrasi yang mampu membangun emosi pembaca meski tanpa warna atau suara.
Berbeda dari Jepang, manhwa berasal dari Korea Selatan dan memiliki karakter visual yang lebih modern serta alur baca dari kiri ke kanan. Manhwa saat ini sangat identik dengan format digital atau webtoon, yang dirancang untuk dibaca secara vertikal melalui ponsel. Warna yang penuh, gaya gambar yang bersih, serta fokus pada genre romantis dan fantasi menjadi daya tarik utama manhwa di kalangan pembaca muda.
Sementara itu, donghua adalah sebutan untuk animasi yang berasal dari Tiongkok, dan pasangannya dalam bentuk komik disebut manhua. Donghua sering mengangkat unsur budaya Tiongkok seperti seni bela diri, mitologi, dan sejarah, dengan visual yang semakin matang berkat perkembangan teknologi animasi. Gaya ceritanya cenderung epik dan penuh nilai filosofis yang kental dengan budaya Timur.
Dari segi penyajian cerita, keempatnya memiliki pendekatan yang berbeda. Anime dan donghua bergerak melalui medium animasi dengan kekuatan suara dan musik, sementara manga dan manhwa mengandalkan kekuatan visual statis dan imajinasi pembaca. Selain itu, perbedaan budaya asal turut memengaruhi cara karakter berpikir, konflik disajikan, dan nilai moral yang disampaikan.
Pada akhirnya, anime, manga, manhwa, dan donghua bukanlah bentuk hiburan yang saling bersaing, melainkan saling melengkapi.
Masing-masing menawarkan pengalaman unik yang mencerminkan budaya dan kreativitas negaranya. Dengan mengenal perbedaannya, kita dapat menikmati karya-karya tersebut dengan sudut pandang yang lebih luas dan apresiasi yang lebih dalam.