Bioakustik Angkat Harmoni Alam dalam Festival Suara Rimba

  • by Supriani
  • Editor Gordon L Tobing
  • 16 Jan 2026
  • Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Festival Suara Rimba menjadi ruang edukasi sekaligus apresiasi terhadap kekayaan alam melalui pendekatan bioakustik.

Kegiatan ini berlangsung sukses dan meriah di Atrium Palangka Raya Mall, Sabtu 17 Januari 2026 menampilkan rekaman suara alam seperti kicauan burung, serangga, aliran sungai, hingga suara hutan yang dikemas dalam pertunjukan dan diskusi ilmiah.

Melalui bioakustik, masyarakat diajak memahami bahwa suara alam bukan sekadar bunyi, tetapi indikator kesehatan ekosistem.

Perubahan pola suara satwa dapat menjadi tanda awal kerusakan lingkungan yang perlu diwaspadai bersama.

Project Leader Festival Suara Rimba, Indah Sartika Sari yang juga seorang peneliti muda asal Kalimantan Barat mengatakan Bioakustik adalah ilmu yang mempelajari suara yang dihasilkan makhluk hidup hewan maupun manusia.

Di alam, suara bukan sekedar bunyi melainkan sarana komunikasi, navigasi dan pertahanan diri bagi banyak makhluk hidup.

"Informasi yang bisa digali dari suara dikaitkan dengan budaya Dayak misalnya ketika mendengarkan suara burung pertanda akan turun hujan, panen tiba dan sebagainya, di dunia penelitian, peneliti juga menggunakan suara untuk meneliti perilaku dari satwa tersebut," ujarnya.

Festival ini juga melibatkan peneliti, seniman, komunitas lingkungan, serta generasi muda untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hutan dan keanekaragaman hayati.

Selain pertunjukan suara rimba, kegiatan diisi dengan talkshow, pameran, dan pemutaran audio visual berbasis alam.

Diharapkan, Festival Suara Rimba mampu menumbuhkan kepedulian publik terhadap pelestarian lingkungan, serta menjadikan bioakustik sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, seni, dan konservasi alam. ( Sunetae M.R Hanyi).

Rekomendasi Berita