KBRN, Palu: Fenomena konten viral yang saat ini membanjiri dunia maya perlu dilihat dari berbagai sudut pandang. Selain algoritma yang cenderung memprioritaskan konten yang mampu memicu emosi manusia, ekonomi juga menjadi perspektif penting dalam viralitas suatu konten.
Akademisi dan Pengamat Media Stephanus Bo'do mengungkapkan, penghasilan dari konten viral kini menjadi mata uang baru bagi masyarakat, baik itu konten kretor, brand, hingga public figure. Oleh karenanya, banyak konten yang kini dibuat dengan tujuan viralitas agar mendaptkan penghasilan tambahan dari konten tersebut.
"Dengan menjadi viral, akan bernilai fulus bagi siapa saja," ucap Stephanus saat dihubungi via telepon, Senin 12 Januari 2026.
Namun, dampak dari viralitas ini menjadi tantangan tersendiri. Di mana masyarakat cenderung lebih konsumtif dan meningkatkan gaya hidup, meski dalam kondisi ekonomi belum mencukupi, demi menciptakan konten viral.
"Jadi kita membayar harga untuk setiap ketenaran," ujarnya.
Untuk itu, Stephanus menegaskan literasi digital menjadi hal krusial yang perlu dipahami masyarakat. Literasi digital dinilai penting agar masyarakat mampu menjadi gatekeeper bagi dirinya sendiri dalam menyaring berbagai konten viral yang membanjiri media sosial.