Curhat Menguatkan Persahabatan

RRI.Co.ID, Pekanbaru - Mendengarkan curhatan teman itu kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar. Saat kita mau berhenti sejenak, menaruh ponsel, lalu benar-benar mendengar, teman merasa dihargai.

Dari situ muncul rasa aman, karena ada orang yang mau hadir tanpa menghakimi. Hubungan pun jadi terasa lebih dekat dan hangat. Sebagaimana dikutip dari Dale Carnegie, How to Win Friends and Influence People, Simon & Schuster.

Banyak orang sebenarnya tidak butuh solusi saat curhat. Mereka cuma ingin didengar dan dimengerti. Ketika kita memberi ruang untuk teman bercerita dengan bebas, emosi yang terpendam bisa keluar dengan lebih sehat. Perasaan lega setelah curhat inilah yang sering membuat ikatan pertemanan makin kuat.

Mendengarkan curhatan juga melatih empati. Kita belajar melihat masalah dari sudut pandang orang lain. Lama-lama, rasa peduli itu tumbuh alami. Dari sini muncul kepercayaan, karena teman tahu ceritanya aman bersama kita dan tidak disebarkan ke mana-mana.

Selain mempererat hubungan, kebiasaan mendengarkan curhat juga baik untuk diri sendiri. Kita jadi lebih peka, sabar, dan tidak mudah menyela pembicaraan. Keterampilan ini bukan cuma berguna dalam pertemanan, tapi juga dalam keluarga dan lingkungan kerja.

Jadi, jangan ragu untuk jadi pendengar yang baik. Kadang, telinga yang mau mendengar jauh lebih berarti daripada nasihat panjang. Dari obrolan sederhana itulah, persahabatan bisa tumbuh makin kuat dan bertahan lama.

Rekomendasi Berita