Gubernur Norsan Harap KDEKS Dorong Perbankan Syariah Kalbar
- by Pemprov Kalimantan Barat : Riesala Anvar
- Editor Boyke Sinurat
- 9 Jan 2026
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Gubernur Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., menghadiri Coffe Morning yang diselenggarakan oleh Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Barat, di mana dari penyelenggaraan kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis guna memacu pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di wilayah tersebut. Bertempat di Aula L.5 Kantor Utama Bank Kalbar, pada Kamis (8/1/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan keuangan, ditekankan pentingnya inovasi dan perubahan mentalitas pelaku usaha untuk memajukan perbankan syariah di Kalimantan Barat.
Dalam arahannya, Gubernur Kalbar , Ria Norsan menekankan bahwa kemajuan ekonomi syariah sangat bergantung pada niat dan ikhtiar kolektif masyarakat itu sendiri. Mengutip surat ar-ra’du ayat 11 (yang dalam pidato disebut sebagai inspirasi dari nilai-nilai luhur), ia menegaskan bahwa perubahan nasib suatu bangsa atau sektor usaha—termasuk perbankan syariah—tidak akan terjadi kecuali dimulai dari perubahan internal pelaku usahanya.
"Sebenarnya semuanya itu tergantung dari diri kita sendiri. Bagaimana kita mengolah usaha, bagaimana kita mengolah diri kita, itu ada pada diri kita sendiri. Jika kita ingin maju, maka majulah," ujar Ria Norsan.
Ia mendorong para praktisi perbankan syariah, khususnya di Bank Kalbar Syariah, untuk terus melakukan inovasi dan modifikasi layanan agar dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan masyarakat modern. Lebih lanjut, ditegaskan bahwa sistem syariah dengan skema mudharabah (bagi hasil) bersifat universal. Meskipun berlandaskan nilai-nilai Islam, manfaat dari sistem perbankan syariah diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik Muslim maupun non-Muslim.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sendiri terus mendukung dualitas sistem perbankan, di mana layanan konvensional dan syariah tersedia untuk memberikan pilihan yang adekuat bagi nasabah," jelasnya.
Melalui diskusi ini, KDEKS berharap masyarakat Kalimantan Barat semakin bergairah untuk menabung dan mempercayakan pengelolaan keuangan mereka pada bank syariah.
"Tentu transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga mewujudkan kemaslahatan umat yang lebih luas di Kalimantan Barat," timpalnya.
Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif KDEKS Kalbar, Prof. Edy Suratman dalam sambutannya, menekankan pentingnya akurasi data dalam proses penilaian yang akan diumumkan pada Juni 2026 mendatang.
Ia menyebutkan bahwa pencapaian Kalbar pada tahun 2024, yang berhasil meraih penghargaan terbaik ketiga nasional kategori Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Pembangunan, harus menjadi motivasi untuk ditingkatkan.
"Anugerah Adinata Syariah ini adalah bentuk apresiasi bagi provinsi yang serius mengembangkan ekonomi syariah. Kriterianya luas, mulai dari produk halal, gaya hidup syariah, UMKM, perbankan syariah, hingga ekonomi hijau," ujarnya.
Prof Edy menyebut, kehadiran jajaran pimpinan daerah diharapkan mampu memperkuat implementasi visi misi ekonomi syariah yang telah tercantum dalam RPJMD Kalimantan Barat 2025-2029.
" Dengan sinergi antara KDEKS, perbankan, dan instansi vertikal lainnya, Kalimantan Barat optimis dapat kembali mengukir prestasi nasional sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah bagi masyarakat di wilayah tersebut," pungkasnya.
Turut hadir pada acara tersebut, Ketua OJK Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Bank Indonesia Cabang Kalimantan Barat. Direktur Utama Bank Kalbar, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, serta Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemprov Kalbar.