Waspadai Child Grooming, Perilaku Halus Sering Terabaikan
- by Inka Mutiara
- Editor Candranita Purbani
- 18 Jan 2026
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto: Praktik child grooming masih kerap luput dari perhatian orang dewasa karena dilakukan secara perlahan dan tampak wajar. Child grooming merupakan upaya pelaku membangun kedekatan emosional dengan anak untuk tujuan eksploitasi, termasuk kekerasan seksual.
Hal ini dijelaskan dalam penelitian yang dimuat pada Jurnal Interaksi Online Universitas Diponegoro, yang menyebutkan bahwa pelaku grooming sering memanfaatkan kepercayaan anak dan lingkungan sekitarnya. Proses ini dilakukan tanpa paksaan di awal, sehingga sulit dikenali.
Penelitian tersebut mengungkapkan salah satu perilaku yang sering muncul adalah pemberian perhatian atau hadiah secara berlebihan. Tindakan ini bertujuan menciptakan rasa ketergantungan emosional anak kepada pelaku.
Selain itu, pelaku grooming kerap menunjukkan minat yang sangat besar pada aktivitas anak. Dalam Jurnal KONSELI: Bimbingan dan Konseling UIN Raden Intan Lampung, dijelaskan bahwa pendekatan ini membuat anak merasa dimengerti dan aman, sehingga menurunkan kewaspadaan.
Perilaku lain yang sering tak disadari adalah upaya pelaku memisahkan anak dari orang tua atau teman sebayanya. Penelitian tersebut menyebutkan isolasi sosial menjadi strategi untuk mengontrol anak secara psikologis.
Perubahan sikap anak juga menjadi tanda penting. Berdasarkan kajian dalam **Jurnal Psikologi Perkembangan**, anak korban grooming cenderung menjadi lebih tertutup, mudah cemas, dan sering menyimpan rahasia yang tidak biasa.
Pentingnya peran orang dewasa dalam pencegahan. Komunikasi terbuka, pengawasan yang sehat, serta edukasi tentang batasan tubuh sejak dini dinilai efektif untuk melindungi anak dari ancaman child grooming yang kerap tidak disadari.