Sister Healing: Komunitas Perempuan Pecinta Alam

RRI.CO.ID, Purwokerto - Komunitas Perempuan Pecinta Alam hadir sebagai tempat bagi perempuan-perempuan yang peduli dengan lingkungan dan alam. Mereka berkumpul untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Pendirian komunitas Sister Healing dilatarbelakangi oleh keresahan sekaligus kecintaan terhadap alam. Sister Healing yang digagas oleh Mei Zulfiani selaku founder memiliki keinginan untuk membangun ruang bagi perempuan yang gemar beraktivitas di alam terbuka.

Di sisi lain, Farah Farikha sebagai co-founder juga memiliki hobi jalan-jalan, namun kerap mengalami kesulitan mencari partner perjalanan. Dari kebutuhan yang sama inilah, Sister Healing kemudian lahir.

“Saya ingin mengajak para perempuan yang memiliki ketertarikan pada alam untuk bermain bersama. Komunitas ini bersifat inklusif dan tidak membatasi usia. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Untuk mengakomodasi kebutuhan yang beragam, Sister Healing menyediakan dua pilihan kegiatan, yakni open trip yang terbuka untuk umum dan private trip bagi kelompok tertentu,” ungkap Mei Zulfiani dalam acara Young Entrepreneur Pro 2.

“Salah satu destinasi yang pernah dikunjungi oleh Sister Healing adalah Curug Pengantin yang terletak di kawasan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang cukup tinggi. Menariknya, peserta yang mengikuti perjalanan tidak hanya berasal dari wilayah Banyumas, tetapi juga dari berbagai kota dan kabupaten lain. Hal ini menunjukkan besarnya minat perempuan untuk bergabung dalam komunitas perjalanan yang aman dan nyaman,” lanjutnya.

Di tengah maraknya isu persaingan, Sister Healing justru mengedepankan semangat kolaborasi. Mereka membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dan telah menjalin kolaborasi, yaitu dengan GenBI Banyumas. Kolaborasi ini menjadi bentuk keterbukaan komunitas dalam memperluas jejaring dan dampak positif bagi anggotanya.

Terlepas dari isu kesetaraan gender yang kerap diperbincangkan, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Farah Farikha yang telah memiliki sertifikasi jungle survivor berperan aktif dalam memastikan keselamatan peserta selama perjalanan. Ia selalu memperhatikan kondisi lapangan serta kesiapan peserta agar kegiatan berjalan aman dan menyenangkan.

Keberadaan Sister Healing tidak hanya menjadi wadah jalan-jalan, tetapi juga ruang aman bagi perempuan untuk saling mendukung dan membangun kepercayaan diri. Melalui perjalanan ke alam, komunitas ini mengajak perempuan untuk lebih berani melangkah dan menikmati kebersamaan. (Nisrina)

Rekomendasi Berita