Sering Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

RRI.CO.ID,Purwokerto : Di tengah kesibukan serta gaya hidup modern, waktu tidur menjadi hal yang sering kali dikorbankan. Padahal, kebiasaan kurang tidur bukan sekadar memicu rasa lelah, melainkan juga menyimpan ancaman serius berupa penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi.

Mengutip laman resmi klikdokter.com dijelaskan bahawa tidur adalah proses vital di mana tubuh melakukan pemulihan jaringan dan pengaturan metabolisme. Ketika durasi tidur tidak terpenuhi, keseimbangan fungsi tubuh akan terganggu secara sistemik.

Diabetes tipe 2 terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi karena resistensi insulin. Kurang tidur secara kronis (kurang dari 6 jam per malam) dapat memicu kondisi ini melalui beberapa mekanisme, yakni :

Resistensi Insulin: Sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah. Ketidakseimbangan Hormon Lapar: Kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin (pemicu lapar) dan menurunkan hormon leptin (penekan nafsu makan). Hal ini memicu konsumsi karbohidrat dan gula berlebih. Peradangan Sistemik: Kurang tidur memicu peradangan yang dapat merusak sel-sel pankreas penghasil insulin.

Bahkan dalam Studi yang dimuat dalam jurnal

Diabetes Care menunjukkan bahwa tidur yang tidak memadai secara signifikan terkait dengan peningkatan risiko resistensi insulin

Selain gula darah, tekanan darah juga sangat dipengaruhi oleh kualitas istirahat. Dalam article ini juga dijelaskan alasan kenapa kurang tidur dapat memicu terjadinya hipertensi yaitu :

Pertama, Aktivasi Saraf Simpatik: Kondisi kurang tidur mengaktifkan respons "fight or flight" yang meningkatkan denyut jantung dan menyempitkan pembuluh darah. Kedua, Lonjakan Hormon Kortisol: Kadar hormon stres (kortisol) yang tetap tinggi saat kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan garam dan air dalam tubuh, yang berujung pada kenaikan tekanan darah dan Ketiga, Gangguan Ritme Sirkadian: Jam biologis yang terganggu merusak regulasi tekanan darah alami tubuh, terutama pada malam hari.

Lebih lanjut dalam artikel ini disampaikan bahwa untuk menghindari risiko penyakit kronis tersebut, orang dewasa disarankan memenuhi kebutuhan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Dan dalam artikel ini juga dimuat beberapa langkah praktis untuk memperbaiki pola tidur seperti :

Konsistensi: Menjaga jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari. Lingkungan Nyaman: Menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan sejuk. Batasi Stimulan: Menghindari kafein dan alkohol menjelang waktu tidur. Kelola Stres: Melakukan relaksasi sebelum tidur untuk menurunkan kadar kortisol.

Dengan menjaga pola tidur yang sehat, masyarakat tidak hanya meningkatkan produktivitas harian, tetapi juga melakukan investasi besar untuk kesehatan jantung dan metabolisme jangka panjang.

Rekomendasi Berita