Rapor Merah Timnas Indonesia di Tahun 2025

KBRN, Purwokerto: Performa Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia di sepanjang tahun 2025 menjadi sorotan tajam. Dalam program dialog "Kick n Rush" yang disiarkan melalui Pro 2 FM kanal YouTube RRI Purwokerto. Pengamat sepak bola, Irvan, memberikan evaluasi mendalam terkait rentetan hasil negatif yang diraih skuad Garuda. Sepanjang tahun 2025, Timnas Indonesia senior tercatat melakoni delapan pertandingan, namun hanya mampu mengemas tiga kemenangan. Selebihnya berakhir dengan hasil imbang atau kekalahan telak, termasuk kekalahan mencolok 0-6 saat menghadapi Jepang. Kegagalan juga terjadi di Putaran ke-4 Kualifikasi Piala Dunia, di mana Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dan Irak.

Irvan menyoroti bahwa keterpurukan ini dipicu oleh sejumlah faktor krusial. Salah satunya adalah ketidakstabilan di kursi kepelatihan pasca pemecatan Shin Tae-yong. Penunjukan pelatih pengganti yang dinilai kurang memiliki rekam jejak mumpuni serta minimnya sikap profesionalisme dari pelatih tersebut memperburuk keadaan. "Rapor merah ini bukan hanya soal strategi di lapangan, tapi juga masalah manajemen federasi yang berdampak pada mentalitas pemain," ujar Irvan dalam dialog tersebut.

Selain tim senior, Timnas U-23 juga gagal memenuhi ekspektasi di SEA Games 2025. Tergabung dalam grup yang relatif kecil bersama Filipina dan Myanmar, Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah kalah selisih gol dari Malaysia. Irvan menilai hilangnya sosok pemimpin di lapangan seperti Rizky Ridho serta penetapan target yang tidak maksimal dari federasi menjadi penyebab kegagalan tersebut.

Di sisi lain, dialog tersebut juga membahas perkembangan sepak bola lokal. Persibas Banyumas dilaporkan tengah melakukan evaluasi besar-besaran dengan merekrut sejumlah pemain berpengalaman, termasuk mantan pemain Timnas U-19, Maldini Pali, guna mengamankan poin di kompetisi Liga 3. Melalui evaluasi ini, diharapkan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dapat segera melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari pembinaan pemain, regulasi pemain asing di liga lokal, hingga pemilihan jajaran pelatih yang kompeten demi mengembalikan kejayaan sepak bola Indonesia di tahun mendatang.

Rekomendasi Berita