Susu Kambing, Sumber Gizi Lengkap untuk Semua Usia

RRI.CO.ID – Sabang : Susu kambing adalah susu yang dihasilkan oleh kambing betina setelah melahirkan. Dalam jangka waktu 0-3 hari dihasilkan susu kolostrum yang mengandung sangat banyak zat gizi jika dibandingkan dengan susu sapi.

Susu kambing memiliki protein terbaik setelah telur dan hampir setara dengan ASI. Susu kambing terbaik adalah susu yang segar (raw goat milk), meski memiliki aroma yang khas bau prengus yang disebabkan oleh asam kaproat dalam susu kambing, tetapi bau ini dapat di kurangi dengan memberikan pakan tambahan seperti akar som jawa.

Dalam perbincangan bersama Pro 1 RRI Banda Aceh, Azwir selaku Owner Syamilk Aqiqah menjelaskan manfaat baik dari mengkonsumsi susu kambing. “Susu kambing banyak manfaatnya, jarang mengalami alergi, ini bisa jadi alternatif bagi yang alergi dengan susu sapi, kaya mineral, bagus untuk tulang dan gigi, bantu penyerapan zat besi bagus juga bagi penderita anemia dan lambung karena mudah dicerna, usia bayi hingga lansia sangat baik mengkonsumsi susu kambing ini,” ujarnya Senin (19/1/2026).

Susu kambing memiliki manfaat di sepanjang rentang usia, yaitu :

Bayi (6–12 bulan). Susu kambing memiliki oligosakarida dan profil lemak yang mendekati ASI. Kandungan ini mendukung kolonisasi mikrobiota sehat di usus dan memperkuat Gut-Associated Lymphoid Tissue (GALT). Efeknya membantu pembentukan sistem imun yang matang, menurunkan risiko alergi dan mendukung pertumbuhan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.

Anak-anak. Kandungan protein berkualitas tinggi, kalsium dan zinc mendukung pertumbuhan tulang, gigi dan jaringan. Zinc berperan penting dalam sintesis enzim, perkembangan kognitif dan daya tahan tubuh. Susu kambing dapat menjadi sumber gizi utama bagi anak-anak dengan kebutuhan energi tinggi.

Remaja dan Dewasa. Peptida bioaktif dari kasein bertindak sebagai penghambat ACE (Angiotensin-Converting Enzyme), menurunkan tekanan darah secara alami. Medium Chain Triglycerides (MCT) membantu pengaturan berat badan dengan meningkatkan pembakaran energi. Kombinasi nutrisi ini mendukung metabolisme optimal dan mencegah hipertensi serta obesitas.

Lansia. Rasio kalsium-fosfor yang seimbang memperkuat kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Kandungan magnesium, triptofan dan selenium mendukung fungsi saraf dan melindungi neuron. Efek ini relevan dalam pencegahan demensia dan gangguan neurodegeneratif pada populasi lanjut usia.

Rekomendasi Berita