RRI.CO.ID, Samarinda: Fuse atau sekring listrik merupakan komponen penting dalam sistem kelistrikan yang berfungsi sebagai pengaman utama. Meski berukuran kecil, fuse memiliki peran krusial dalam melindungi instalasi listrik dan peralatan elektronik dari kerusakan akibat gangguan arus listrik.
Secara umum, fungsi fuse adalah memutus aliran listrik secara otomatis ketika terjadi arus berlebih atau hubungan arus pendek. Di dalam fuse terdapat kawat logam tipis yang akan meleleh saat dialiri arus melebihi kapasitasnya, sehingga rangkaian listrik terputus dan potensi bahaya dapat dicegah.
Penggunaan fuse sangat luas, mulai dari instalasi listrik rumah tangga, perkantoran, hingga peralatan industri dan kendaraan bermotor. Keberadaan fuse membantu mencegah kerusakan komponen elektronik sekaligus mengurangi risiko kebakaran akibat panas berlebih.
Berdasarkan bentuk dan penggunaannya, fuse listrik terdiri dari beberapa jenis. Fuse tabung atau cartridge fuse banyak digunakan pada panel listrik dan instalasi distribusi. Sementara itu, fuse kaca umum ditemukan pada perangkat elektronik karena mudah diperiksa secara visual.
Jenis lainnya adalah fuse blade yang lazim digunakan pada kendaraan bermotor. Fuse ini berbentuk pipih dan dilengkapi kode warna untuk menunjukkan kapasitas arus yang berbeda. Selain itu, terdapat fuse fast blow dan slow blow yang dibedakan berdasarkan kecepatan pemutusan arus.
Pemilihan fuse yang tepat perlu disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik beban listrik. Penggunaan fuse sesuai standar akan memastikan sistem kelistrikan bekerja aman dan andal, serta mendukung upaya pencegahan risiko gangguan listrik dalam jangka panjang.