Kasus DBD di Bangkalan Turun, Dinkes Tetap Waspada
- by Rini Suciati
- Editor Miftahol Umar
- 19 Jan 2026
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangkalan menunjukkan penurunan, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada menghadapi musim penghujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Wiwid Mayasari, menyampaikan jumlah kasus DBD terus menurun dalam dua tahun terakhir. Tahun 2024 tercatat 282 kasus, sementara di 2025 turun menjadi 174 kasus. Memasuki 2026, hingga minggu ketiga tercatat 22 kasus di beberapa wilayah.
BACA JUGA:
Puncak Penghujan, DKR Bangkalan Ingatkan Masyarakat Waspada DBD“Alhamdulillah trennya menurun, harapannya terus menurun,” ujar dr. Wiwid dalam dialog interaktif Sampang menyapa, pada Senin, 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, curah hujan tinggi memicu genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, sehingga masyarakat tetap diminta waspada.
“Strategi pencegahan dilakukan melalui sosialisasi rutin, promosi kesehatan lewat media sosial, serta edukasi masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN 3M Plus) dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Fogging hanya dilakukan setelah penyelidikan epidemiologi,” ucapnya.
Untuk kesiapan tenaga medis, dr. Wiwid menegaskan bahwa 22 Puskesmas di Bangkalan sudah memiliki SDM lengkap, fasilitas rawat inap, serta melakukan surveilans aktif.
“Kami tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga jemput bola ke masyarakat untuk menemukan kasus baru yang belum terlapor,” kata Wiwid dalam pernyataannya.