Manfaat Sinar Matahari Untuk Kesehatan dan Lawan Depresi
- by Heidy Kace Kayai
- Editor Novi Astuti
- 19 Jan 2026
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Sinar matahari seringkali dianggap sebagai sumber kebahagiaan dan energi. Tidak hanya memberikan kecerahan pada hari-hari kita, tetapi paparan sinar matahari juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan fisik dan mental kita. Salah satu manfaat utamanya adalah membantu mengatasi depresi. Paparan sinar matahari dapat meningkatkan kadar serotonin di otak, yang berperan penting dalam meredakan gejala depresi. Selain itu, sinar matahari mendukung tubuh dalam memproduksi nutrisi penting untuk kesehatan tulang serta memperkuat sistem kekebalan.
Berdasarkan berbagai sumber, salah satunya adalah CNN. Berikut beberapa manfaat utama paparan sinar matahari bagi kesehatan yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Mengurangi Dampak Depresi
Sinar matahari diketahui dapat meningkatkan produksi serotonin, senyawa kimia di otak yang berfungsi mengatur suasana hati. Serotonin membantu seseorang merasa lebih tenang, bahagia, dan fokus. Kekurangan paparan sinar matahari bisa menyebabkan kadar serotonin menurun, yang berpotensi memicu depresi.
Paparan sinar matahari juga berguna untuk mengurangi gejala gangguan mental lainnya, seperti depresi berat dan gangguan disforik pramenstruasi. Bahkan, perubahan musim dengan minimnya sinar matahari sering dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan dan serangan panik.
2. Menguatkan Tulang
Paparan sinar matahari membantu tubuh menghasilkan vitamin D melalui kulit. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, karena kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan penyakit seperti rakhitis pada anak, osteoporosis, dan osteomalasia pada orang dewasa.
3.Menangani gangguan kulit spesifik
Sinar matahari bisa memberikan manfaat bagi penderita masalah kulit tertentu. Beberapa kondisi seperti psoriasis, jerawat, eksim, dan penyakit kuning dapat membaik dengan paparan sinar matahari yang terkontrol.
4. Meminimalisir risiko terkena kanker
Paparan sinar matahari dalam jumlah cukup membantu mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, limfoma Hodgkin, kanker ovarium, pankreas, dan prostat. Namun, perlu diingat bahwa berlebihan terpapar sinar matahari tetap dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Penelitian pada tahun 2008 menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di wilayah dengan durasi paparan sinar lebih rendah memiliki kemungkinan lebih besar terkena jenis-jenis kanker tertentu dibandingkan dengan wilayah yang kaya cahaya matahari.
5. Membuat tidur lebih pulas
Sinar matahari pagi bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur malam, terutama bagi orang lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan untuk menyerap cahaya berkurang, dan hal ini sering memengaruhi pola tidur. Studi menunjukkan bahwa paparan langsung sinar matahari pagi antara pukul 8 hingga 10 selama lima hari berturut-turut dapat membantu memperbaiki pola tidur lansia.
Rekomendasi Waktu Berjemur
Penelitian menunjukkan bahwa tubuh hanya membutuhkan waktu 5-15 menit paparan sinar matahari sebanyak 2-3 kali seminggu pada bagian tubuh seperti lengan, tangan, dan wajah untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Pastikan kulit langsung terkena sinar agar tubuh bisa memproduksi vitamin D. Meski begitu, tetap disarankan menggunakan tabir surya dan pelindung kepala guna menghindari efek buruk dari paparan berlebih, terutama bagi mereka yang memiliki kulit lebih terang yang rentan terbakar sinar matahari.
Sinar matahari membawa banyak manfaat yang tak ternilai bagi kesehatan kita, baik fisik maupun mental. Dari meningkatkan produksi vitamin D hingga memperbaiki suasana hati dan kualitas tidur, sinar matahari dapat menjadi teman terbaik kita dalam upaya menjaga kesehatan.