Penggunaan Antibiotik Tidak Tepat Picu Resistensi Bakteri
- by
- Editor James Fransiskus
- 17 Jan 2026
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Penggunaan antibiotik tanpa aturan dapat memicu resistensi, yaitu bakteri menjadi kebal terhadap obat. Resistensi membuat infeksi lebih sulit sembuh, membutuhkan obat dengan dosis yang lebih tinggi, bahkan tidak dapat disembuhkan.
Antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, bukan virus, jamur, atau parasit. Seperti batuk, pilek, dan flu umumnya disebabkan oleh virus sehingga tidak perlu antibiotik.
Informasi tersebut disampaikan oleh Apt. Kikin Ogi Fauziah, S. Farm, seorang Apoteker pada program Indonesia Sehat, Pro 1 RRI Sibolga, Jum’at (16/1/2026).
"Gunakan antibiotik hanya ketika diresepkan oleh dokter sesuai kebutuhan medis," ujar Kikin. Karena setiap orang memiliki kondisi berbeda, sehingga membutuhkan jenis antibiotik dan dosis yang berbeda.
Antibiotik harus diminum sesuai dosis, waktu, dan lama hari yang dianjurkan tenaga kesehatan. Menghentikan obat sebelum habis berisiko menyisakan bakteri yang masih hidup.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyimpan atau membagikan antibiotik sisa kepada orang lain karena dapat membahayakan kesehatan. Selanjutnya Kikin berharap kebiasaan bijak ini mampu mencegah resistensi dan menjaga antibiotik tetap ampuh membunuh bakteri.