RRI.CO.ID, Sibolga - Keinginan untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal dalam waktu singkat sering kali mendorong seseorang melakukan diet ekstrem. Namun, hal ini tidak disarankan karena memiliki dampak negatif bagi tubuh.
Dr. Tessa Muda Nasution seorang ahli gizi pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga, Sabtu (17/1/2026) memperingatkan bahwa penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat menyimpan bahaya yang tak diketahui bagi kebugaran tubuh. Pola diet tak terkontrol berisiko memicu kerusakan fungsi organ vital hingga gangguan metabolisme.
"Sebenarnya kita diet boleh saja tapi harus sewajarnya saja, intinya kita harus bisa mengukur secara seimbang pola diet dengan nutrisi yang masuk dalam tubuh kita, supaya badan tidak terkejut karena adanya penurunan berat badan" Ungkapnya
Dr. Tessa menambahkan agar diet aman dan terkendali, seseorang perlu motivasi pada diri sendiri dan berdiskusi dengan ahlinya. Sebab, turun berat badan drastis bisa terjadi karena defisit kalori ekstrem yang menyebabkan hilangnya air dan massa otot, bukan lemak sehingga terjadi kelelahan.
Lebih lanjut, Dr. Tessa mengatakan dampak lain dari turun berat badan drastis yaitu metabolisme tubuh melambat, kekurangan cairan hingga dehidrasi, serta menghilangkan nutrisi penting. Oleh karena itu, transformasi tubuh yang sehat seharusnya tidak hanya diukur melalui angka timbangan yang turun dengan cepat.
Dr. Tessa menekankan konsistensi nutrisi yang masuk dalam tubuh karena jika seseorang mengabaikan efek samping dari keseimbangan metabolisme demi hasil instan hanya akan meninggalkan masalah kesehatan yang lebih kompleks di masa depan. Ia menyarankan untuk selalu melakukan konsultasi dengan ahli gizi guna memastikan program penurunan berat badan berjalan secara aman tanpa adanya efek samping pada tubuh.