Latar Belakang Peringatan Hari Logika Sedunia

RRI.CO.ID, - Setiap tahun pada tanggal 14 Januari diperingati sebagai Hari Logika Sedunia. Merujuk situs UNESCO, peringatan ini disahkan pada 13 November 2019 oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO bekerja sama dengan Dewan Internasional untuk Filsafat dan Ilmu Humaniora (CIPSH).

Adapun Hari Logika Sedunia ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap pentingnya logika dalam kehidupan manusia. Logika tak hanya memiliki nilai sejarah serta konsep yang mendalam, tetapi juga berperan besar dalam beragam aspek praktis, utamanya di bidang ilmu pengetahuan yang bersifat lintas disiplin.

Diketahui, kemampuan berpikir logis adalah salah satu ciri utama yang membedakan manusia dari makhluk lain. Dalam berbagai budaya, kemanusiaan kerap dikaitkan dengan kesadaran, pengetahuan, dan penggunaan akal.

Bahkan dalam tradisi Barat klasik, manusia kerap disebut sebagai makhluk rasional atau makhluk logis. Sebagai ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip penalaran, logika telah dikembangkan oleh berbagai peradaban sepanjang sejarah.

Sejak awal kemunculannya, logika berperan penting dalam kemajuan filsafat, sains, dan teknologi. Namun, walau berpengaruh besar, pemahaman dan kesadaran publik tentang pentingnya logika masih tergolong rendah.

Melalui peringatan Hari Logika Sedunia yang bersifat global dan dinamis, UNESCO mengharapkan mampu mendorong kerja sama internasional, mengembangkan riset dan pengajaran logika, serta mendukung kegiatan akademik yang dilakukan oleh universitas, asosiasi, dan lembaga terkait. Peringatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran logika dalam sains, teknologi, dan inovasi.

Lebih dari itu, Hari Logika Sedunia diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun budaya damai, memperkuat dialog. Selain itu juga menumbuhkan sikap saling pengertian melalui kemajuan pendidikan maupun ilmu pengetahuan.

Rekomendasi Berita