Sejarah Hari Gizi Nasional

RRI.CO.ID, Sintang - Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap 25 Januari untuk menekankan pentingnya perbaikan gizi masyarakat Indonesia. Sejarah HGN bermula pada 1951 ketika Menteri Kesehatan Dokter J. Leimena menunjuk Prof. Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR), yang sebelumnya dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV). Prof. Poorwo kemudian dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia karena perannya dalam mengembangkan pendidikan dan pengkaderan tenaga gizi.

Sejak berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan di LMR, pendidikan tenaga gizi terus berkembang di berbagai perguruan tinggi. Perayaan HGN pertama kali dilakukan pada pertengahan 1960-an oleh LMR dan dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga kini.

Perayaan HGN menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kepedulian berbagai pihak dalam membangun gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan. Berdasarkan inisiatif edukasi serentak oleh PERSAGI, tema yang diusung pada 2026 adalah “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045.” Tema ini berfokus pada penguatan gizi keluarga, peningkatan kualitas SDM, dan optimalisasi pangan lokal untuk pencegahan stunting.

Data Riskesdas 2013–2018 menunjukkan penurunan prevalensi gizi kurang dari 19,6% menjadi 17,7% dan stunting dari 37,2% menjadi 30,8%. Meski ada kemajuan, tantangan baru muncul berupa gizi lebih, obesitas, dan penyakit tidak menular yang meningkat, sehingga intervensi gizi sensitif dari sektor non-kesehatan menjadi penting.

Menurut Dirjen Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH, upaya perbaikan gizi tidak akan maksimal tanpa dukungan sektor non-kesehatan, seperti peningkatan produksi pertanian untuk ketahanan pangan, program perlindungan sosial, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta pemberdayaan perempuan. Intervensi gizi sensitif terbukti mampu berkontribusi hingga 70% terhadap keberhasilan perbaikan gizi, khususnya untuk penurunan angka stunting.

Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi strategi preventif dan promotif, difokuskan pada penurunan kematian ibu dan bayi, perbaikan gizi, serta pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Pendekatan ini mengintegrasikan pelayanan kesehatan perorangan dan masyarakat, sehingga keluarga dapat menerapkan perilaku hidup sehat secara berkesinambungan. (Lin)


Referensi:

https://dinkes.acehprov.go.id/detailpost/25-januari-diperingati-sebagai-hari-gizi-nasional-begini-sejarah-dan-tema-pelaksanaannya-tahun-ini

Rekomendasi Berita