ENHYPEN Perkuat Narasi Vampire Lewat THE SIN: VANISH

  • by Farida
  • Editor Siti Aisyiah
  • 20 Jan 2026
  • Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Tepat tengah malam, ENHYPEN menepati janji mereka dengan merilis mini album ketujuh berjudul THE SIN : VANISH. Hadir sekitar sebulan setelah pertama kali diumumkan, proyek ini langsung terasa sebagai langkah yang lebih tegas. Bukan sekadar comeback, melainkan penegasan arah cerita yang kini semakin matang dan terencana.

Album ini menjadi kelanjutan langsung dari DESIRE : UNLEASH yang dirilis pada Juni 2025. Jika rilisan sebelumnya membuka ruang tentang hasrat,

THE SIN : VANISH justru bergerak ke fase berikutnya: konsekuensi. ENHYPEN tak lagi hanya membangun atmosfer, tetapi mulai menempatkan konflik sebagai inti, menjadikan album ini salah satu proyek paling imersif dalam perjalanan musikal mereka.

Secara konseptual,

THE SIN : VANISH mengisahkan pelarian sepasang kekasih vampir yang hidup di dunia dengan aturan yang tak bisa dilanggar. Cerita disusun layaknya laporan investigatif tentang sebuah kasus pelarian, membuat pendengar seolah mengikuti jejak berkas rahasia yang perlahan terbuka. Musik, narasi, dan skit dipadukan menjadi satu rangkaian utuh dengan pendekatan sinematik yang terasa lebih berani.

Kedalaman cerita diperkuat lewat empat

track narasi yang disajikan dalam empat bahasa. Versi Korea diisi oleh aktor Park Jeong-min, versi Jepang dibawakan Kenjiro Tsuda, sementara versi Inggris dan Mandarin dihadirkan oleh Lars Huang. Pendekatan multibahasa ini memberi bobot dramatis sekaligus membuka akses cerita ke audiens yang lebih luas.

Dari sisi musikal, album ini dibuka oleh title track Knife, lagu hip-hop bernuansa gelap dengan dentuman trap yang kuat.

Knife merepresentasikan tekad dingin para tokohnya—keputusan untuk terus melangkah tanpa gentar. Kontribusi lirik dari Gaeko memberi sentuhan tajam pada narasi, membuat emosi lagu terasa lebih menekan.

Identitas

ENHYPEN sebagai grup performa juga kembali terasa kuat. Video challenge Knife yang dirilis lebih dulu menampilkan koreografi sinkron dengan gerakan tangan menyerupai bilah pisau sebagai point choreography. Visual gelap dan ritme berat berpadu rapi, memancing ekspektasi tinggi terhadap panggung comeback mereka.

Perilisan

THE SIN : VANISH hadir setelah capaian penting sebelumnya, termasuk DESIRE : UNLEASH yang debut di posisi No. 3 Billboard 200 serta penampilan bersejarah ENHYPEN di Coachella 2025. Tahun ini, agenda global mereka berlanjut dengan sejumlah panggung internasional, termasuk Hello, Melbourne K-pop Festival pada 14 Maret bersama TREASURE dan Taemin. Dengan narasi yang dipertajam dan arah musikal yang semakin jelas, ENHYPEN kini benar-benar mengunci era gelap mereka—penuh tekad, tanpa kompromi.

Rekomendasi Berita