Slow Living jadi Pilihan Gaya Hidup Menenangkan
- by Nur Aisyah Agustini
- Editor Lalang Gumilang
- 19 Jan 2026
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Gaya hidup slow living kini menjadi salah satu incaran masyarakat, terutama bagi mereka yang merasa penat dengan ritme kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan. Konsep ini menawarkan cara hidup yang lebih sadar, tenang, dan berfokus pada kualitas, bukan sekadar kecepatan atau pencapaian semata.
Bagi sebagian orang, slow living menjadi jawaban atas kejenuhan aktivitas harian yang padat. Gaya hidup ini menekankan mindfulness atau kesadaran penuh dalam menjalani setiap aktivitas, mulai dari bekerja, berinteraksi, hingga menikmati waktu istirahat. Dengan begitu, seseorang diajak untuk benar-benar hadir dan menghargai momen yang dijalani.
Meski identik dengan suasana pedesaan, slow living sejatinya juga bisa diterapkan di kota besar. Namun demikian, lingkungan yang lebih dekat dengan alam dinilai memudahkan penerapan gaya hidup ini, karena minim distraksi dan memberikan ruang untuk hidup lebih selaras dengan alam sekitar.
Salah satu pengembang konsep slow living di Bangka Belitung, Budi Setiawan, yang mengelola kawasan slow living "Bincong Garden" yang berada di daerah Bincong, Tanjungpandan,Belitung mengatakan minat masyarakat terhadap gaya hidup ini terus meningkat. Menurutnya, banyak orang mulai mencari ketenangan dan keseimbangan hidup.
“Dengan gaya hidup slow living, manfaat yang dirasakan cukup banyak, salah satunya ketenangan dan kedamaian batin,” ujar Budi. Ia menambahkan, hidup berdampingan dengan alam membuat seseorang lebih mampu menikmati hidup secara sederhana namun bermakna.

Budi juga menyebut, slow living mengajarkan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan maupun menjalani aktivitas. Pola hidup ini membantu individu lebih mengenal diri sendiri, menjaga kesehatan mental, serta memperkuat hubungan dengan lingkungan sekitar.
Respon tentang itu datang dari pendengar Pro 1 RRI Sungailiat. Nur, pendengar asal Bangka, mengaku tertarik dengan konsep slow living karena dinilai mampu meredam stres. “Kadang kita memang perlu melambat supaya pikiran lebih tenang dan hidup terasa lebih seimbang,” ungkapnya.
Fenomena meningkatnya minat terhadap slow living menunjukkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat terhadap makna hidup. Tidak lagi sekadar mengejar kesibukan, tetapi juga mencari ketenangan, kesadaran, dan keharmonisan dengan alam sebagai bagian dari gaya hidup masa kini.