Ikut Tren Medsos, Bikin Stres atau Bermanfaat
- by Bustomi Achmad
- Editor Lalang Gumilang
- 13 Jan 2026
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat: Perkembangan media sosial menghadirkan beragam tren dan standar yang banyak diikuti banyak orang dalam keseharian. Namun, tidak sedikit yang menilai mengikuti arus tren di media sosial justru memicu tekanan dan kelelahan mental.
Pandangan tersebut mengemuka dari pendengar Pro 2 RRI Sungailiat dalam segmen Cerita Penutup Hari pada jaga malam, Sabtu (11/01/2026), yang membahas topik Hidup Ngikutin Tren Media Sosial, Bikin Stres atau Useful?.
Pendengar Pro 2, James, menilai hidup dengan terus mengikuti tren media sosial dapat membuat seseorang merasa tertekan. Menurutnya, tuntutan untuk selalu mengikuti tren, membuat konten, dan tampil sesuai standar yang ada kerap membuat seseorang kehilangan waktu untuk diri sendiri.
“Hidup ngikutin tren di media sosial itu bikin capek mental. Rasanya kayak dikejar-kejar, terus membandingkan diri dengan orang lain, dan akhirnya malah insecure,” ungkap James.
Sementara itu, pendengar Pro 2 lainnya, Irene di Sungailiat, berpendapat mengikuti standar media sosial justru terasa melelahkan. Ia menilai tidak semua tren atau standar yang beredar di media sosial layak untuk diikuti.
“Kalau hidup ngikutin standar medsos itu capek sendiri. Kita jadi dituntut harus begini dan begitu, padahal nggak semua standar itu baik buat kita,” ujar Irene.
Pandangan para pendengar tersebut mengisyaratkan pentingnya kesadaran dalam menggunakan media sosial secara bijak. Cerita para pendengar tersebut menjadi gambaran beragam pengalaman dalam menyikapi tren media sosial di kehidupan sehari-hari. (Jessica)