Hilangnya Kelekak, Ancaman Nyata bagi Hewan Endemik Bangka

KBRN, Sungailiat : Komunitas kelekak Bangka menghadapi ancaman serius terhadap keberlangsungan hewan endemik akibat terus menyusutnya kebun tradisional yang berfungsi sebagai habitat alami satwa.

Kelekak yang selama ini berperan sebagai kebun tradisional sekaligus habitat satwa kini kian menyusut dan kehilangan fungsi ekologisnya.

"Ketika lahan di kelekak sedikit demi sedikit diambil oleh warga, maka satwa akan kehilangan habitat alaminya. Dampaknya bukan hanya penurunan populasi, tetapi juga meningkatnya konflik satwa dengan manusia karena satwa terpaksa keluar mencari makan,” ujar Andre Z, saat menjadi narasumber di acara sore ceria Pro2 RRI Sungailiat, Selasa, (13/1/2026).

Andre menambahkan, hilangnya kelekak juga memutus koridor ekologis yang selama ini menghubungkan satu habitat dengan habitat lainnya. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan mempercepat kepunahan satwa endemik yang memiliki wilayah jelajah terbatas.

Sementara itu, Frista Chairunnisa seorang pendidik dan peneliti tarsius atau mentilin menyoroti dampak langsung hilangnya kelekak terhadap keberlangsungan hidup tarsius dan satwa endemik lainnya yang sangat bergantung pada lingkungan hutan sekunder dan kebun tradisional.

"Karena kelekak yang ada di Desa Zed merupakan habitat transisi yang aman karena minim gangguan dan kaya vegetasi, tidak ada aktifitas penambangan disana, hutan nya sangat terjaga, hanya saja lahan hutan sebagian dialih fungsikan untuk berkebun oleh warga sekitar," ujar Frista.

Upaya perlindungan kelekak di Desa Zed dinilai mendesak untuk dilakukan secara kolaboratif. Dukungan pemerintah daerah, penguatan regulasi, serta peningkatan edukasi lingkungan kepada masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberadaan kelekak sebagai habitat alami hewan endemik.

Rekomendasi Berita