UMKM Surabaya Olah Bandeng Jadi Kuliner Unggulan Lokal
- by Anik Hasanah
- Editor Abdul Wahab
- 25 Des 2025
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Kota Surabaya kaya akan kuliner, salah satunya adalah produk makanan dari Bandeng. Siapa sangka jika selama ini orang mengenal ikan Bandeng hanya dari Gresik dan Sidoarjo, rupanya pelaku UMKM di Surabaya, juga tak kalah lezat mengolah ikan Bandeng.
Salah satunya UMKM Lakon Iwak, yang memproduksi beraneka ragam kuliner dengan bahan baku ikan Bandeng. Mulai dari Bandeng presto, keripik kulit bandeng, stik sirip bandeng, hingga krispi bandeng.
Susanti Dewi, salah satu pelaku UMKM produksi makanan dari Bandeng ini menjelaskan, omsetnya saat ini masih terbilang kecil, dibandingkan dengan pelaku usaha sejenis, karena pemasarannya masih lokal. Mengingat produk olahannya tidak bertahan lama, karena tidak menggunakan bahan pengawet.
"Pemasarannya masih di lokal saja. InsyaAllah kedepannya bisa lebih maju lagi," ujarnya kepada RRI Surabaya, Kamis (25/12/2025).
Untuk memperluas pangsa pasar, pihaknya senantiasa berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, baik Pemprov maupun Pemkot, untuk intens mengikuti berbagai pameran yang diselenggarakan. Ia bersyukur, dengan dukungan dari Pemerintah terhadap pelaku UMKM.
"Alhamdulillah, dukungan dari Dinas Dinas itu terbuka banget. Jadi kita sering setiap hari jumat itu ada bazar bazar, banyak pelaku UMKM yang ikut itu," katanya.
Dukungan terhadap pelaku UMKM ini juga datang dari Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor UMKM, Bambang Haryo Soekartono. Dalam setiap kunjungan, BHS senantiasa menyampaikan agar pelaku UMKM memanfaatkan program pembiayaan bunga rendah yakni KUR.
"KUR ini sudah ditambah, dari 280 triliun menjadi 300 triliun. Dan (pinjam) 100 juta kebawah, itu tanpa agunan, jadi tidak boleh ada permintaan agunan," ujarnya.
Selain itu, bunga KUR saat ini jauh lebih kecil yakni sebesar 3 persen, jika sebelumnya 6 persen. Bahkan untuk melindungi pelaku UMKM ini, Presiden Prabowo membentuk Satgas UMKM. BHS menegaskan, bahwa tidak boleh ada yang menghambat UMKM.
"Kalau menghambat, pasti lawannya kami sebagai pejabat negara. Ada DPR, tentunya ada Menteri dan lain lain, harus ikut itu. Ini yang perlu disampaikan," ucapnya.
Sehingga diharapkan, jumlah UMKM sekitar 67 juta di Indonesia ini, seluruhnya dapat semakin berkembang, dan naik kelas.