Tuntaskan Masalah Sosial, Petra dan SUTD Saling Berkolaborasi

RRI.CO.ID, Surabaya - Setidaknya 20 mahasiswa Singapore University ofTechnology and Design (SUTD) dan 40 mahasiswa Universitas Kristen Petra saling berkolaborasi. Kolaborasi dalam memberi solusi teknologi bagi masalah sosial berlangsung melalui program Global Exploration Opportunities (GEO).

Para mahasiswa merancang proyek untuk memperkuat operasional Koperasi Sumber Mulia Barokah di Tambak Wedi Surabaya. Koperasi tersebut merupakan mitra binaan Dinas Koperasi Pemkot Surabaya.

Koperasi ini memberdayakan penjahit lokal, lansia, serta penyandang disabilitas. Vido Iskandar selaku PIC program GEO menyebut mahasiswa mempelajari perbedaan budaya Singapura dengan sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia.

"Program GEO menggunakan metode hackathon pada dua hari terakhir kegiatan. Mahasiswa ditantang menciptakan solusi berbasis machine learning dan visualisasi data bagi kemajuan koperasi," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Proyek dikerjakan setelah mahasiswa menerima pembelajaran teori dan kunjungan sosial. Kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berdampak nyata.

Peserta SUTD merupakan mahasiswa tahun pertama dari berbagai program studi. Sementara mahasiswa UK Petra berasal dari Informatics, School of Business and Management, dan Petra Business School.

Mereka berkolaborasi menganalisis tren penjualan dan mengoptimalkan manajemen bahan baku koperasi. "Mahasiswa juga mengembangkan digitalisasi pemilihan pemasok agar lebih konsisten dan efisien," ujarnya.

Sebelum merancang solusi, mahasiswa memperoleh materi dari dosen kedua universitas. Materi mencakup design thinking, isu sosial, machine learning, dan visualisasi data.

Observasi lapangan berlangsung pada 9 Januari 2026 di Koperasi Sumber Mulia Barokah. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan pekerja disabilitas dan lansia di lokasi.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berdampak pada pengentasan kemiskinan. Teknologi digunakan sebagai alat untuk memperkuat keberlanjutan koperasi.


Rekomendasi Berita