Harga RAM Komputer Melonjak Tajam Akibat Permintaan AI
- by
- Editor Ermina Jaen
- 19 Jan 2026
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Harga memori komputer atau RAM melonjak tajam hingga awal tahun 2026. Lonjakan tersebut dipicu oleh dominasi permintaan memori untuk pusat data kecerdasan buatan.
Krisis pasokan memori ini mulai berdampak serius pada harga jual perangkat komputer konsumen. Industri semikonduktor kini lebih memprioritaskan produksi chip kelas atas untuk kebutuhan server.
Mengutip The American Bazaar, Senin, 19 Januari 2026,
Penulis buku Chip War, Chris Miller menyatakan kecerdasan buatan merupakan faktor utama pendorong permintaan memori komputer saat ini."Terdapat lonjakan permintaan chip memori yang didorong memori bandwidth tinggi untuk AI," ujar Miller. Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga yang merata di berbagai jenis chip global.
Mike Howard dari Tech Insights mengungkapkan penyedia layanan
cloud global sedang mengunci kebutuhan mereka. Hal ini dilaporkan melalui publikasi The American Bazaar pada awal tahun 2026."Penyedia layanan
cloud memfinalisasi kebutuhan memori untuk tahun 2026 dan 2027," kata Howard. Stok memori dipastikan tidak mampu memenuhi tingkat permintaan perusahaan raksasa dunia.Dampaknya, Salah satu produsen PC terbesar dunia, HP, memberikan peringatan mengenai tantangan biaya produksi. Pernyataan ini disampaikan CEO HP, Enrique Lores, sebagaimana dilansir oleh media
PCMag.Lores menyebutkan biaya memori saat ini mencakup 15 hingga 18 persen total biaya PC. Hal tersebut diungkapkannya melalui laporan resmi yang juga dikutip oleh media The Register.
"Kenaikan biaya memori pada akhirnya memaksa HP menaikkan harga jual produk," ungkap Lores. Langkah ini termasuk melakukan desain ulang portofolio untuk mengurangi kapasitas memori perangkat.
Ketidakseimbangan ini diperkirakan akan terus berlangsung selama beberapa kuartal ke depan tahun ini. Para analis menyarankan konsumen segera memperbarui perangkat sebelum harga retail melonjak tinggi.