ITS Gabung Konsorsium Perguruan Tinggi Rehabilitasi Pascabencana
- by Ony Arianto
- Editor Benny Hermawan
- 20 Jan 2026
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya -Institut Teknologi Sepuluh Nopember turut bergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Keterlibatan ini menjadi komitmen ITS menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.
Rektor ITS Bambang Pramujati menyebut konsorsium dibentuk merespons kompleksitas bencana hidrometeorologi. Banjir dan longsor berdampak sistemik terhadap permukiman, infrastruktur, ekonomi, dan ketahanan sosial.
Ia menilai upaya perguruan tinggi perlu disinergikan agar menghasilkan dampak lebih besar. "Kolaborasi dinilai kunci memperkuat proses pemulihan pascabencana," kata Rektor ITS, Selasa (20/1/2026).
Kemendiktisaintek bersama MRPTNI menginisiasi pembentukan konsorsium perguruan tinggi tersebut. Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan berperan sebagai penggerak strategis konsorsium.
Dalam konsorsium, ITS dipercaya sebagai Koordinator Pokja Geospasial dan Subkoordinator Pokja Perumahan. ITS juga berkontribusi pada kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ekonomi, dan manajemen risiko.
ITS berperan di bidang geospasial melalui pemetaan resolusi tinggi pascabencana. Pemetaan digunakan mengidentifikasi kerusakan, zonasi kerentanan, dan perubahan bentang alam.
Data spasial menjadi dasar perencanaan pemulihan berbasis risiko dan tepat sasaran. Pendekatan ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Pada sektor perumahan, ITS mengembangkan sistem penilaian hunian berbasis risiko. Desain huntara dan huntap terintegrasi dengan data spasial dan tata ruang.
Peran ini melanjutkan kerja Satgas Kemanusiaan ITS di Aceh dan Sumatera. Satgas telah aktif sejak Desember 2025 menangani wilayah terdampak bencana.
ITS menargetkan luaran konkret dan aplikatif melalui konsorsium ini. Luaran meliputi peta risiko, dashboard pemulihan, dan rekomendasi kebijakan.
Seluruh output disusun berbasis sains agar anggaran pemulihan efektif dan berkelanjutan. Hasilnya diharapkan mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Langkah ini sejalan dengan komitmen ITS dalam penanganan berbagai bencana nasional. ITS optimistis berkontribusi aktif melalui pendekatan rekayasa dan kemanusiaan.
Ke depan, konsorsium diharapkan menjadi platform kolaborasi jangka panjang perguruan tinggi. Kolaborasi ini mendukung pengelolaan risiko bencana nasional secara berkelanjutan.