Mahasiswa Unair Ajari Warga Olah Limbah Kayu jadi Briket
- by Ony Arianto
- Editor Benny Hermawan
- 20 Jan 2026
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Sebagian masyarakat desa belum mengetahui cara mengoptimalkan limbah menjadi produk bernilai jual. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 7 Universitas Airlangga mengadakan sosialisasi pengolahan limbah kayu menjadi briket.
Kegiatan bertajuk BRIKEDES digelar di Balai Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Penanggung jawab kegiatan KKN-BBK 7, Devan Prawira Wardaya menyebut limbah serbuk kayu sering diabaikan pengrajin.
"Padahal limbah tersebut berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi," ujarnya, dikutip dari laman UNAIR, Selasa (20/1/2026). Tim KKN-BBK 7 memperkenalkan briket serbuk kayu sebagai solusi ramah lingkungan.
Briket dinilai mampu meningkatkan nilai guna limbah kayu desa. Devan menekankan serbuk kayu dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif.
"Pemanfaatan tersebut cocok untuk kebutuhan rumah tangga dan UMKM," katanya. Kegiatan diikuti ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Desa Pilangrejo.
Materi meliputi pengertian, fungsi, keunggulan, penggunaan, dan pembuatan briket. Tim menjelaskan keunggulan briket agar warga tertarik memproduksi secara mandiri.
Briket dinilai hemat biaya, ramah lingkungan, dan memiliki daya tahan panas lama. Selain pemaparan materi, tim juga mendemonstrasikan proses pembuatan briket.
Tahapannya sederhana dan dapat diterapkan menggunakan peralatan rumah tangga. Proses dimulai dari pemanggangan serbuk kayu hingga menjadi arang halus, kemudian arang dicampur perekat, dicetak, lalu dikeringkan hingga mengeras.
Devan menyebut peserta antusias mengikuti sosialisasi dan demonstrasi. "Ibu-ibu PKK aktif bertanya terkait inovasi briket kayu tersebut," katanya mengakhiri.