Motor Bebek Matic Jadi Barang Langka di Indonesia

  • by
  • Editor Kinanthi Anindita Sari
  • 20 Jan 2026
  • Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Motor bebek merupakan jenis sepeda motor underbone yang dulu dominan di Indonesia. Hal itu karena desainnya yang ramping dan transmisi semi-otomatis, membuatnya populer sejak era 1980-an hingga awal 2000-an.

Namun tren tersebut berubah drastis dengan hadirnya motor skuter matik yang menawarkan kemudahan berkendara tanpa pindah gigi manual. Akibatnya, motor bebek mengalami penurunan pangsa pasar yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Pada awal 2010-an, pabrikan besar seperti Honda dan Yamaha mencoba inovasi unik dengan menghadirkan motor bebek yang menggabungkan konsep bebek dan transmisi otomatis. Model seperti Honda Revo AT dan Yamaha Lexam memperkenalkan transmisi CVT otomatis di bodi bebek, sebuah kombinasi yang belum pernah ada sebelumnya di pasar Indonesia.

Sayangnya, pendekatan tersebut justru kurang diminati konsumen. Sehingga produksinya berhenti setelah beberapa tahun.

Data penjualan otomotif menunjukkan bahwa motor skuter matik kini mencakup lebih dari 90 persen dari total penjualan sepeda motor di Indonesia. Sementara motor bebek hanya menyumbang kisaran 4–5 persen saja.

Dominasi matik ini menjadikan varian-varian bebek matic seperti Revo AT dan Lexam semakin sulit ditemui di jalanan maupun pasar bekas. Turunnya minat pasar merupakan salah satu penyebab utama kelangkaan model ini.

Keunikan motor bebek matic terletak pada kombinasi desain tradisional underbone dengan kenyamanan transmisi otomatis. Kondisi ini sesungguhnya menawarkan pengalaman berkendara yang menarik.

Transmisi otomatis pada model ini menggunakan sistem seperti

Yamaha Compact Automatic Transmission (Y-CAT) atau CVT yang berbeda dari bebek manual pada umumnya. Meski inovatif secara teknik, ide ini tidak mampu menggeser kesukaan konsumen yang sudah terbiasa dengan matic konvensional.

Karena produksinya yang singkat dan penjualan yang minim, unit-unit bebek matic tersebut kini menjadi barang langka di pasar bekas. Banyak penggemar otomotif yang menganggapnya sebagai item koleksi karena nilai historis dan keunikannya.

Harga pasar bekas motor-motor ini kadang lebih tinggi dibanding jenis bebek manual lama yang lebih umum. Fenomena kelangkaan ini juga mencerminkan pergeseran budaya berkendara di Indonesia, dari preferensi terhadap motor manual ke motor otomatis yang lebih mudah dioperasikan.

Perubahan selera konsumen ini didorong oleh gaya hidup yang lebih praktis dan kebutuhan berkendara di area perkotaan yang padat. Hasilnya, inovasi seperti bebek matic meskipun menarik secara teknis, tak lagi sesuai dengan kebutuhan pasar yang lebih besar.

Kini, motor bebek matic langka seperti Honda Revo AT dan Yamaha Lexam sering diburu oleh kolektor atau pecinta otomotif. Mereka ini pada umumnya ingin merawat sejarah industri sepeda motor Indonesia.

Keberadaan motor bebek matic yang makin sedikit di jalanan membuat model-model tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Untuk generasi muda, motor bebek matic menjadi bagian dari cerita unik evolusi kendaraan roda dua yang pernah hadir di Indonesia. (Barista_LPU)

Referensi:

Saingannya Honda Revo Techno AT, Yamaha Lexam — JawaPos.com.

Rekomendasi Berita