Hati-hati Modus Penipuan di Platform Tokopedia

RRI.CO.ID, Surakarta - Kejahatan siber semakin marak dengan berbagai modus yang makin canggih untuk menipu calon korbannya. Baru-baru ini modus penipuan terjadi di e-commerce Tokopedia.

Modus penipuan ini semakin canggih dengan memberikan harga murah dan review Bintang lima palsu yang membuat toko tampak kredibel di mata calon pembeli. Menurut pengamatan praktisi keamanan siber Alfon Stansyah, mereka memanfaatkan celah kepercayaan pengguna dengan mengincar kredensial akun Tokopedia mereka.

Penipu sudah menyiapkan situs phising yang dirancang sangat mirip menyerupai sistem resmi Tokopedia. Strategi ini digunakan untuk mengecoh pengguna dan memuluskan aksi penipuan yang akan mereka lakukan.

Mengutip dari akun Instagram @alfonstan, modus penipuan yang dilakukan yaitu mereka akan menghubungi pembeli melalui Whatsapp. Memberikan berbagai alasan terkait pesanan yang sudah dibuat, seperti alasan ekspedisi yang overload sehingga harus mengganti ekspedisi. Dari komunikasi ini, pembeli kemudian diarahkan ke sebuah tautan yang mengarah ke situs phising.

Situs phising inilah yang kerap membuat tertipu apalagi pengguna dengan nominal pesanan yang besar. Mereka mendesain situs tersebut agar tampilannya menyerupai halaman resmi Tokopedia. Mulai dari desain, logo, hingga alur login yang identik dengan aslinya.

Tanpa disadari pengguna yang memasukkan data log in justru menyerahkan informasi sensitif seperti username, password, PIN, hingga OTP. Salah satu pengguna Instagram dengan akun @davmanopo telah menjadi korban penipuan yang dilakukan penjual di Tokopedia.

“Betul banget @tokopedia @tokopediacare kurang memfilter seller seller nakal, saya ketipu sama seller kompor, akun saya dikuras dia kirim link pakai sticker maskot tokped seakan resmi dengan alasan untuk memilih jasa pengiriman. Setelah itu akun saya di kuras uangnya hasil dari produk yang batal otomatis karna ga di kirim,” katanya.

Alfon Stansyah juga memberikan sejumlah solusi agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam penipuan daring. Ia mengimbau pengguna untuk selalu melakukan transaksi langsung melalui fitur resmi di dalam platform dan menolak ajakan bertransaksi di luar sistem toko. Selain itu, pengguna diminta untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang dibagikan tanpa mengetahui secara pasti tujuan dan keamanannya.

Setelah berbelanja, pengguna juga disarankan melakukan pemantauan transaksi secara ketat, terutama untuk pembelian dengan nominal besar karena kelengahan dapat dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. Perlindungan akun, kesadaran terhadap modus phising, dan tidak mudah percaya pada tautan mencurigakan menjadi kunci utama untuk terhindar dari praktik penipuan dan mencegah terjadinya kerugian material.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)


Rekomendasi Berita