Buku Broken Strings Ungkap Memoar Penyintas Relasi Manipulatif

RRI.CO.ID, Takengon: Sebuah buku memoar berjudul

Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah karya Aurélie Alida Marie Moeremans–Bigenho menarik perhatian publik sejak diterbitkan pada 2025. Ditulis oleh aktris dan penulis berdarah Belgia–Indonesia, buku ini merekam pengalaman nyata penulis dalam menghadapi manipulasi emosional, relasi tidak setara, hingga proses bertahan hidup dan menemukan kembali kebebasan diri.

Broken Strings hadir sebagai karya reflektif yang jujur dan empatik. Secara fisik, buku ini terdiri dari 214 halaman dengan 24 bab, termasuk satu bonus chapter. Alur penulisan disusun secara kronologis, diawali dengan prolog reflektif, pengenalan latar belakang keluarga, perjalanan hidup penulis di dua budaya, hingga fase pembebasan dan penyembuhan. Sejak halaman awal, Aurélie juga menyertakan peringatan isi (trigger warning) sebagai bentuk kepedulian terhadap pembaca, khususnya para penyintas kekerasan relasi.

Baca:

Simak Link Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans

Isi buku menuturkan perjalanan hidup Aurélie sejak masa kecilnya di Eropa dalam keterbatasan ekonomi, pengalaman perundungan, hingga perpindahan hidup ke Indonesia. Pada usia yang sangat muda, ia memasuki dunia hiburan—sebuah fase yang membawanya pada tanggung jawab besar sebelum kesiapan mental benar-benar terbentuk. Dalam kondisi rapuh tersebut, Aurélie terjerat hubungan dengan pria yang jauh lebih tua, yang perlahan berkembang menjadi relasi penuh kontrol, intimidasi, dan manipulasi psikologis.

Judul

Broken Strings atau “senar yang putus” menjadi metafora kuat kondisi batin penulis. Aurélie menggambarkan dirinya seperti boneka yang digerakkan oleh orang lain, kehilangan suara, kehendak, dan identitas diri. Buku ini menguraikan bagaimana kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk fisik, tetapi sering menyamar sebagai kasih sayang, agama, kewajiban, serta rasa bersalah. Dengan bahasa yang tenang namun tajam, pembaca diajak memahami bagaimana manipulasi bekerja secara perlahan hingga korban kerap menyalahkan dirinya sendiri.

Baca juga:

“Broken Strings” Buku Karya Aurellie Moremans

Salah satu keputusan penting yang menonjol dari buku ini adalah pilihan penulis untuk membagikannya secara gratis dalam bentuk digital PDF. Aurélie menegaskan bahwa tujuan utama penulisan buku ini bukan keuntungan finansial, melainkan penyebaran kesadaran. Ia ingin kisahnya dapat diakses tanpa hambatan ekonomi, terutama oleh perempuan muda dan para penyintas, agar mereka dapat mengenali tanda-tanda relasi tidak sehat dan merasa tidak sendirian. Langkah ini pun mendapat apresiasi dari penerbit versi bahasa Indonesia karena sejalan dengan nilai kemanusiaan yang diusung.

Baca:

Broken Strings Pengakuan Aurelie Moeremans Tentang Luka Grooming

Melalui catatan penutupnya, Aurélie menyampaikan harapan sederhana namun mendalam: jika kisah ini mampu mencegah satu orang saja terjebak dalam hubungan yang menyakitkan, atau memberi keberanian untuk bertahan dan mencari jalan keluar, maka seluruh rasa sakit yang dituliskan tidaklah sia-sia.

Broken Strings bukan sekadar kisah trauma, melainkan juga kisah penyembuhan, keberanian, dan kebebasan—sebuah pengingat bahwa senar yang patah masih bisa dilepaskan, dan hidup dapat dimulai kembali dengan lebih utuh.

Rekomendasi Berita