UMKM Berbasis Jasa Kesehatan dan Pijat Kian Diminati

RRI.CO.ID, Talaud - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis jasa kesehatan dan pijat menunjukkan pertumbuhan positif di berbagai daerah. Kementerian Koperasi dan UKM RI menjelaskan, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan menjadi pendorong utama berkembangnya layanan pijat tradisional, refleksi, hingga terapi kebugaran berbasis kearifan lokal.


UMKM jasa pijat umumnya dikelola secara mandiri dengan mengandalkan keterampilan terapis serta pengalaman turun-temurun. Layanan yang ditawarkan beragam, mulai dari pijat urut, pijat refleksi, pijat ibu dan bayi, hingga terapi alternatif seperti totok saraf dan akupresur. Selain melayani masyarakat umum, usaha ini juga mulai menyasar wisatawan dan pekerja dengan mobilitas tinggi.


Dilansir dari Kemkomdigi, Model layanan pijat panggilan ke rumah atau home service turut memperluas jangkauan pasar UMKM kesehatan. Pola ini dinilai lebih praktis dan efisien, terutama bagi pelanggan yang memiliki keterbatasan waktu atau membutuhkan kenyamanan di rumah. Digitalisasi melalui media sosial dan aplikasi pesan instan juga membantu pelaku UMKM dalam mempromosikan jasa mereka.


Kementerian Kesehatan RI mencatat, meski memiliki peluang besar, UMKM jasa kesehatan dan pijat masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah perizinan usaha, standar kompetensi terapis, serta pentingnya menjaga profesionalisme layanan agar terhindar dari stigma negatif. Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.


Dengan pengelolaan yang baik, UMKM berbasis jasa kesehatan dan pijat diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita