Rumput Laut Menyerap Karbon Lebih Cepat dari Hutan

KBRN, Tanjungpinang: Rumput laut memiliki kemampuan fotosintesis sangat cepat sehingga mampu menyerap karbon dioksida jauh lebih efisien dibandingkan hutan daratan. Laju pertumbuhan tinggi memungkinkan biomassa rumput laut mengikat karbon dalam waktu singkat mendukung mitigasi perubahan iklim global berkelanjutan.

Penelitian University of California Santa Barbara, menunjukkan kelp hutan laut dapat tumbuh hingga setengah meter setiap hari. Pertumbuhan pesat tersebut meningkatkan penyerapan karbon sekaligus menyediakan habitat penting bagi keanekaragaman hayati laut lokal sekitarnya.

Studi jurnal Nature Geoscience, menemukan sebagian karbon rumput laut tenggelam ke dasar laut tersimpan jangka panjang alami. Proses ini dikenal sebagai karbon biru berperan signifikan mengurangi konsentrasi karbon atmosfer penyebab pemanasan global terus meningkat.

Rumput laut tidak memerlukan pupuk atau air tawar sehingga produksi biomassa relatif rendah dampak lingkungan dibanding pertanian darat intensif. Budidaya kelp skala besar berpotensi menjadi solusi iklim sekaligus mendukung ekonomi pesisir berkelanjutan masyarakat lokal global.

Ilmuwan memperingatkan perubahan suhu laut ekstrem dapat mengganggu pertumbuhan kelp dan efektivitas penyerapan karbon alami. Perlindungan ekosistem laut menjadi kunci menjaga fungsi penyerapan karbon biru menghadapi tekanan aktivitas manusia dan pemanasan laut.

Riset Australian National University, mengkaji potensi integrasi budidaya rumput laut dengan strategi mitigasi iklim nasional berkelanjutan. Pendekatan ini menggabungkan konservasi laut inovasi ekonomi hijau serta pengurangan emisi karbon secara terukur ilmiah konsisten.

Keunggulan rumput laut memperluas perspektif solusi iklim tidak hanya bergantung pada penanaman pohon skala besar. Pemanfaatan ekosistem laut membuka peluang kolaborasi lintas sektor mempercepat pencapaian target iklim global berbasis sains terapan.

Rekomendasi Berita