Kepiting Mampu Menumbuhkan Ulang Mata

KBRN, Tanjungpinang: Kepiting memiliki kemampuan regenerasi luar biasa memungkinkan mata tumbuh kembali setelah cedera akibat predator atau kecelakaan lingkungan alami. Proses biologis ini melibatkan aktivasi sel punca yang membentuk jaringan baru secara bertahap hingga fungsi penglihatan pulih kembali.

Peneliti menemukan beberapa spesies kepiting mampu meregenerasi organ kompleks berulang kali tanpa menurunkan kualitas struktur jaringan secara signifikan. Regenerasi dipicu saat mata terlepas kemudian sinyal kimia mengarahkan pembelahan sel membentuk mata baru fungsional dengan koordinasi presisi.

Studi University of Plymouth, mengamati pertumbuhan ulang mata kepiting melalui mikroskop selama beberapa siklus pergantian kulit alami bertahap. Hasil menunjukkan jaringan saraf sensorik dapat tersambung kembali memungkinkan respon visual mendekati kondisi normal sebelumnya pada fase pemulihan.

Fenomena ini menantang pemahaman lama tentang keterbatasan regenerasi pada hewan invertebrata dengan struktur tubuh relatif sederhana secara evolusioner. Ilmuwan menilai kemampuan ini memberikan keuntungan bertahan hidup tinggi karena penglihatan penting mendukung mencari makan menghindari ancaman lingkungan.

Penelitian jurnal Frontiers in Marine Science, menjelaskan regulasi genetik mengontrol diferensiasi sel selama proses regenerasi mata secara terkoordinasi. Ekspresi gen tertentu meningkat sementara gen penghambat ditekan memungkinkan pertumbuhan jaringan baru berlangsung efisien stabil dalam kondisi optimal.

Temuan ini menginspirasi riset biomedis untuk memahami regenerasi jaringan manusia serta pengembangan terapi penyembuhan cedera kompleks berbasis biologi. Model biologis kepiting memberikan wawasan mekanisme perbaikan sel yang berpotensi diterapkan pada rekayasa jaringan masa depan secara klinis.

Keunikan regenerasi kepiting memperkaya pengetahuan publik tentang kecerdikan alam dalam mempertahankan fungsi tubuh organisme secara adaptif berkelanjutan alami. Fenomena ini menunjukkan solusi biologis sering melampaui teknologi manusia mengajarkan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati global untuk masa depan.

Rekomendasi Berita