STAIN SAR Kepri Dinilai Layak Pusat Kajian Melayu
- by Renny Ilda Fallantra
- Editor Aryo Wishnu
- 19 Jan 2026
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menilai STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai pusat kajian Melayu serantau. Menurutnya penilaian tersebut didasarkan pada posisi strategis Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat peradaban Melayu, serta kekayaan warisan intelektual ulama dan tokoh Melayu yang lahir dari wilayah ini.
"Berbagai karya seperti milik Raja Ali Haji dan tokoh Melayu lainnya dinilai memiliki nilai akademik tinggi untuk dikaji secara berkelanjutan," kata Nasaruddin Umar, Senin, 19 Januari 2026.
Dirinya juga mendorong penguatan kelembagaan STAIN Kepri, termasuk peluang peningkatan status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pengembangan kajian keislaman dan budaya Melayu agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Ketua STAIN Kepri Muhammad Faisal menyatakan kesiapan institusinya dalam memperkuat pendidikan dan riset. Khususnya kajian Islam dan budaya Melayu, sebagai bagian dari persiapan transformasi kelembagaan.
"Dengan penguatan akademik dan kelembagaan, STAIN Kepri diharapkan mampu berperan lebih luas dalam pengembangan keilmuan Islam berbasis kearifan lokal," katanya, mengakhiri.