Rokok Penyebab Tingginya Angka Stunting Di Tarakan
- by Wukirsari Murdiastuti
- Editor Andi Muhammad Rizal
- 20 Jan 2026
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Dinas Kesehatan Kota Tarakan mengungkap penyebab meningkatnya angka stunting pada 2025 adalah kebiasaan merokok di lingkungan keluarga serta buruknya sanitasi. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), angka stunting di Tarakan naik dari 3,8 persen pada 2024 menjadi 4,4 persen pada 2025. Penelaah Tekhnis Kebijakan Dinas Kesehatan Tarakan, Armina mengatakan, paparan asap rokok di rumah berdampak langsung pada kesehatan anak. Kata Armina, anak yang terpapar asap rokok lebih rentan sakit sehingga nafsu makan menurun dan berat badan ikut turun.
"Kalau dari rokok jelas, jika anak itu terpapar asap rokok maka akan menurunkan imun tubuh anak itu. Anak akan menjadi sakit pnemoni, sesak nafas. Kalau anak sakit, asupan makanan anak akan susah, sehingga berpengaruh kepada berat dan perkembangan tubuhnya,"ungkap Armina, Sabtu (17/1/2026)
Selain rokok, persoalan sanitasi juga menjadi penyumbang stunting, khususnya kepemilikan jamban sehat. Di beberapa wilayah lokus stunting seperti Pantai Amal, Sulumit Pantai, dan Juata Laut, masih ditemukan rumah tanpa septic tank. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah rendahnya tingkat pendidikan ibu serta pernikahan dini, terutama di wilayah pesisir.
Dinkes Tarakan telah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita gizi kurang, balita dengan berat badan tidak naik, serta ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Upaya ini telah lama dijalankan dalam mengatasi stunting di Tarakan.