Sepanjang 2025, Dinkes Tuban Catat 880 Kasus DBD

  • by Witra
  • Editor Benny Hermawan
  • 20 Jan 2026
  • Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban mencatat angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih tergolong tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penderita DBD sepanjang tahun 2025 mencapai 880 orang, dengan 12 kasus di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, Syahrul Afifah Ratna Sari, mengingatkan masyarakat agar tidak selalu bergantung pada pelaksanaan fogging. Sebab, fogging menggunakan bahan kimia yang berpotensi berdampak kurang baik bagi kesehatan.

"Fogging juga ada takaran dan ukurannya, dan tidak boleh terlalu sering dilakukan," ucapnya, Selasa (20/1/2026). Selain itu, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa dan tidak mampu memberantas telur atau jentik nyamuk.

Dalam kasus ini, Ratna menyampaikan bahwa sebagian besar kasus DBD tersebut menimpa anak-anak pada rentang usia 1 hingga 14 tahun. "Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kelompok usia tersebut tergolong rentan terhadap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti," ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat secara konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Langkah “Plus” dilakukan dengan berbagai upaya tambahan, seperti menggunakan obat anti nyamuk, memasang kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Oleh karena itu, Dinkes P2KB Kabupaten Tuban mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dengan memastikan tidak adanya genangan air bersih baik di dalam maupun di sekitar rumah.

"Dengan peran aktif masyarakat, diharapkan angka kasus DBD di Kabupaten Tuban dapat ditekan secara signifikan," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita