HYBE Akuisisi Festival Musik Terbesar Coachella

RRI.CO.ID, LOS ANGELES – Raksasa hiburan Korea Selatan, HYBE Labels, dilaporkan baru saja meluncurkan manuver bisnis paling agresif dalam sejarah industri musik modern. Perusahaan yang menaungi BTS ini mencoba mengambil alih 50% kepemilikan Coachella Valley Music and Arts Festival, festival musik paling bergengsi di Amerika Serikat, melalui skema exchange offer atau pertukaran saham.


Langkah berani ini dipandang sebagai upaya HYBE untuk memperluas dominasi mereka di pasar Barat dan mengamankan posisi strategis dalam menentukan arah tren musik global.

Dengan kekuatan finansial yang masif, HYBE menyodorkan tawaran pertukaran saham yang menggiurkan bagi para pemegang kepentingan. Ambisi utama di balik akuisisi ini bukan sekadar investasi finansial, melainkan perolehan kursi di jajaran petinggi festival.

Jika kesepakatan ini terwujud, HYBE diprediksi akan memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan lineup artis utama (headliner) festival. Kurasi talenta global untuk panggung Amerika Utara dan Integrasi teknologi hiburan milik HYBE ke dalam ekosistem festival fisik.

Namun, ambisi besar Bang Si-hyuk dan timnya menemui jalan buntu. Anschutz Entertainment Group (AEG), melalui anak perusahaannya Goldenvoice yang mengelola Coachella, secara tegas menolak tawaran tersebut.

AEG menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga kontrol penuh secara independen atas festival ikonik tersebut. Penolakan ini menandakan bahwa bagi AEG, nilai eksklusivitas dan sejarah panjang Coachella tidak dapat ditukar dengan kepemilikan saham dari pihak luar, meskipun menawarkan keuntungan finansial yang besar.

Langkah ini menunjukkan betapa agresifnya raksasa K-Pop dalam mencoba mendefinisikan ulang peta kekuatan industri musik dunia, namun Coachella tampaknya masih menjadi benteng yang sulit ditembus.

Meskipun gagal, upaya akuisisi ini memberikan sinyal kuat kepada dunia bahwa HYBE tidak lagi puas hanya menjadi agensi talenta. Mereka sedang bertransformasi menjadi konglomerat gaya hidup dan platform hiburan yang ingin menguasai infrastruktur musik global dari hulu ke hilir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak HYBE Labels belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah strategis mereka selanjutnya setelah penolakan dari pihak AEG.

Rekomendasi Berita